9 Dzulhijjah Sunnah Puasa Arafah, bukan Puasa Wukuf, Ini Perbedaannya

oleh -250 kali dilihat
ILUSTRASI wukuf di Arafah. (FOTO HIDAYAHTULLAH.COM)
ACEHWOW.COM – Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais & Binsyar) Kantor Wilayah Kemenag Aceh, Drs H Hamdan MA menjelaskan bahwa disunnahkan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah berdasarkan hadits Rasulullah, bukan puasa wukuf.
“Sebelum ada wukuf, sudah ada puasa sunnah Arafah. Andai wukuf tidak bisa dilaksanakan oleh jamaah haji karena keadaan tertentu, maka puasa sunnah Arafah tetap berlaku,” jelas Hamdan.
Menurut dia, dalam hadist, Nabi Muhammad SAW menyebutkan Shaum Yaum ‘arafah, bukan Yaumu Wukuf. “Kalau puasa hari wukuf berlaku hanya bagi mereka yang satu mathla dengan Saudi saja. Artinya yang dapat wukuf cuma di Arab Saudi, sedangkan puasa di negara lain berpatokan pada 9 Dzulhijjah,” urainya.
“Maka di belahan dunia mana pun umat Islam berada bisa melakukan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah yang ditetapkan oleh pemerintah negaranya (wilayatul-hukmi),” tutup Hamdan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *