Aduh! Seribuan Orang di Pantai Saat Tsunami Terjang Palu

oleh -246 kali dilihat
KORBAN gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) sore, mulai dievakuasi dan dikumpulkan untuk diidentifikasi. (FOTO ACEHWOW.COM/FACEBOOK)
ACEHWOW.COM –  Gempa bumi dan tsunami yang menerjang Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) sore, mengakibatkan puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka. Data sementara yang diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu (29/9/2018) pukul 10.00 WIB, korban meninggal mencapai 48 orang. Sebelumnya, disebutkan kalau korban meninggal sudah mencapai 80 orang, tapi informasi tersebut kembali diluruskan kalau korban tewas baru mencapai 48 orang.
Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kalau simpang siur informasi tersebut dikarenakan derasnya informasi yang masuk. “Kami mengoreksi karena buru-buru dan data naik turun jadi salah ketik. untuk korban meninggal capai 48 orang, dan ini semua baru di Kota Palu,” ucapnya dalam konferensi pers yang ditayangkan TV One, Sabtu (29/9/2018).
Hanya saja, jumlah korban sebenarnya diperkirakan sangat banyak. Pasalnya, saat musibah terjadi, warga banyak berada di pinggir laut untuk menikmati suasana sore hari.

Andrian, saksi mata yang selamat mengatakan, ada seribuan warga sedang berada di pinggir pantai anjungan Nusantara, Kota Palu, Jumat (28/9/2018) sore, saat tsunami menerjang wilayah tersebut. Masyarakat setempat, sebutnya, saat itu sedang menantikan acara pembukaan Festival ‘Pesona Palu Lomoni’ yang digelar di pantai tersebut.

”Ada seribuan warga yang berkumpul, termasuk pelajar yang akan ikut mengisi acara festival itu,” kata Andrian kepada wartawan LKBN Antara, Rolex Malaha di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018).
Menteri Pariwisata, Arief Yahya bersama Wali Kota Palu, Hidayat, semula akan membuka acara tersebut. Tetapi, para pejabat saat itu belum hadir di tempat acara pembukaan festival saat bencana tsunami terjadi.
Adrian, yang bertugas sebagai Satpol PP Kota Palu pun mengaku ratusan rekannya sampai saat ini belum ditemukan usai terjangan tsunami tersebut. Ia mengatakan, ratusan anggota Satpol-PP bersama satuan pengamanan dari TNI, Polri, dan Dishub saat itu hadir untuk mengamankan acara pembukaan festival.
”Saya adalah bagian dari 250 anggota Satpol PP Kota Palu yang pada Jumat (28/9/2018) kemarin, mengamankan lokasi acara pembukaan Festival Pesona Palu Lomoni,” ungkap Andrian ketika ditemui Antara di sekitar Balai Kota Palu.
Ratusan anggota Satpol-PP itu berada di lokasi acara festival yang berlangsung di pinggir Pantai Anjungan Nusantara, Kota Palu, bersama anggota pengamanan lainnya yang berasal dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan. Mereka melakukan apel pasukan untuk mengamankan festival pada Jumat (28/9/2018) pukul 15.00 Wita.
”Tiba-tiba gempa pertama terjadi disusul kepanikan orang yang sebagian melarikan diri menjauh dari pantai,” beber Adrian menuturkan kronologisnya.
“Namun, setelah kami melihat air tiba-tiba turun, dan akhirnya terjadi kepanikan besar,” katanya. ”Belum sempat melarikan diri, terjadi gempa yang lebih besar pada 7,4 SR itu, dan tiba-tiba air naik,” ucapnya lirih.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *