Apesnya Persiraja, di Lapangan tak Berdaya, di Jalanan Bus Dilempari

oleh -285 kali dilihat
SEKUM Persiraja, Rahmad Djailani
ACEHWOW.COM – Nasib apes menimpa Persiraja Banda Aceh dalam lawatannya ke Cilegon pada lanjutan Liga 2 musim 2018. Bertanding di Stadion Krakatau Steel, Rabu (3/10/2018), tom berjuluk Laskar Rencong tersebut tak berdaya membendung keganasan tuan rumah Cilegon United. Tanpa ampun, bonden Kutaraja dibantai empat gol tanpa balas alias 4-0 dalam laga yang sempat diwarnai kericuhan gara-gara pemain Persiraja diusir wasit jelang duel berakhir.
Ekses kekalahan menyesakkan itu membuat langkah Lantak Laju lolos ke babak delapan besar menjadi semakin berat. Meski saat ini Persiraja masih berada di empat besar wilayah barat dengan poin 29, di bawah Semen Padang 35 poin, Persis Solo dan Aceh United yang sama-sama membukukan 32 poin, namun posisi itu tidak aman. Sebab, Persita Tangerang yang berada satu strip di bawah Persiraja dengan torehan 28 poin, sewaktu-waktu bisa menyodok ke atas karena mereka memiliki sisa pertandingan lebih banyak.
Nasib Persiraja itu berbanding terbalik dengan saudara mudanya Aceh United FC. Tim debutan itu malah sukses merangsek ke peringkat tiga usai membekuk tuan rumah PSPS Pekanbaru, Riau, 2-1, tadi sore.
Apesnya, dalam situasi nestapa seperti itu, rombongan pemain Persiraja malah kembali mendapat teror dari suporter tuan rumah. Saat pemain Laskar Rencong kembali ke hotel dari lapangan, bus yang ditumpangi Mukhlis Nakata dkk dihujani lempari batu oleh pendukung Cilegon United. Walau tak sampai melukai pemain, tapi aksi tak terpuji ini sangat disesalkan.
Bahkan, manajemen Persiraja dengan lantang mengutuk keras pelemparan bus pemain oleh suporter tuan rumah itu. Seperti dikatakan Sekretaris Umum Persiraja,  Rahmad Djailani, sepakbola dan kekerasan di Indonesia harusnya tidak berulang. Kematian suporter Persija yang viral beberapa saat yang lalu, ulas dia, harusnya menjadi pelajaran kepada semua pihak. Sayangnya, di Cilegon United hal itu masih terjadi.
“Di saat kita sedang dirundung masalah atas meninggalnya suporter Persija di Bandung, malah ada sekelompok suporter yang melakukan perbuatan tercela ini. Ini adalah hal buruk bagi dunia sepak bola Indonesia,” tukasnya.
“Padahal, tim Cilegon United sewaktu bertamu ke Aceh, kita perlakukan dengan baik. Tidak ada penyerangan, tidak ada kekerasan. Jadi kita sangat menyayangkan atas kejadian ini. Kita akan buat protes dan pengaduan resmi ke PT. LIB dan PSSI,” tegas dia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *