Bara JP Aceh Berharap Tol Aceh-Binjai Dapat Selesai Tahun 2024

oleh -57 kali dilihat

ACEHWOW.COM-ni Kedatangan Presiden Jokowi hari ini (25/8) ke Aceh meresmikan jalan tol Sigli Banda Aceh (Sibanceh) seksi empat mulai dari pintu tol Blang Bintang hingga ke pintu tol Indrapuri, sepanjang 13,5 kilometer dari 74 kilometer Tol Sibanceh menjadi perjalanan sejarah bagi keseriusan Pemerintah Pusat untuk Aceh. 

“Ini merupakan komitmen Pak Jokowi waktu berkunjung ke Aceh pada tanggal 21 Februari 2020 sebelumnya, yang menargetkan jalan tol Sigli-Banda Aceh seksi IV dapat beroperasi segera. Komitmen ini perlu diberi apresiasi oleh pemerintah Aceh”Ujar Ketua Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Aceh, Dr. M Adli Abdullah.

Pak Jokowi membuktikan komitmennya terhadap janjinya pada bulan Februari yang lalu agar jalan Jalan tol Sigli Banda Aceh yang menghabiskan investasi 12,944 triliun rupiah sudah dapat digunakan. Diharapkan jalan Tol Sumatra dari Banda Aceh ke Lampung dapat rampung seluruhnya pada tahun 2024

Perjuangan percepatan  enam ruas jalan tol yang berada di Aceh dalam Proyek Stategis Nasional (PSN) telah dilakukan pada masa  Gubernur Zaini Abdullah dengan melobi presiden Jokowi agar pembangunan Tol Sumatra di Aceh dipercepat  sehingga Presiden Jokowi merevisi Perpres No. 100 tahun 2014 dengan Perpres No 117 tahun 2015 tentang perubahan atas Perpres No 100 tahun 2014 dengan memasukkan Tol Binjai Langsa, Langsa Lhokseumawe, Lhokseumawe Sigli  dan Sigli Banda Aceh.

Perersmian seksi empat tol sibanceh harus dijadikan momentum untuk penyelesaian pembangunan jalan tol ruas lainnya Sigli Lhokseumawe, Lhokseumawe Langsa dan Langsa Binjai dapat terealisasi sebelum habis masa jabatan presiden Jokowi.

Menurut M Adli Abdullah, pembangunan jalan tol sumatra dari Banda Aceh ke Lampung  dapat mempermudah mobilitas masyarakat dan barang.  “Pembangunan suatu daerah sangat bergantung pada baiknya tata kelola moda transportasi darat, karena pergerakan orang dan barang antar wilayah umumnya menggunakan transportasi darat.
Apalagi  Aceh, 95% transportasi oleh moda darat atau jalan sedangkan secara nasional 87%” tutup M Adli Abdullah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *