Cempege Institute Bener Meriah: Minta Bupati buat Regulasi akibat Merosot Harga Kopi

oleh -46 kali dilihat

 ACEHWOW.COM-Kesulitan sektor ekonomi selama pandemi Virus Covid19 semakin terasa bagi masyarakat, tak terkecuali warga Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues dan Bener Meriah.
Seluruh sektor usaha terdampak, termasuk perdagangan kopi global, Giringan opininya seluruh buyer kopi mengurangi, bahkan ada yang membatalkan kontrak pembelian.
Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah serta Gayo Lues sebagai daerah dengan kopi sebagai penyangga utama ekonomi, mulai merasakan dampak dengen kondisi sekarang, bahkan semakin berat akibat produksi beras di tiga Kabupaten tersebut sangat rendah, sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan bahan pokok di daerah.
Dengen demikian, dalam menangani imbas buruk dimaksud, peran pemerintah dalam tiga kabupaten dimaksud sangat diharapkan, agar dapat membantu petani kopi dalam tiga kabupaten tersebut, harap ketua LSM Cempege Institut Aceh Tengah Khairuddin kepada online ini kemarin menerangkan.
Memang pemerintah sebelumnya mencoba mengaktifkan resi gudang untuk membeli dan menyimpan kopi petani.
Dilematisnya , jika pemerintah mau menalangi pembelian kopi arabika Gayo, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 3,3 triliun untuk tiga kabupaten produsen kopi arabika Gayo, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Untuk Aceh Tengah saja, hasil produksi kopi arabika per tahun mencapai Rp 1,8 triliun, sebagaimana sudah dirilis salah satu media cetak lokal minggu pertama April 2020.
Dimana gambaran kondisi akan sangat menyulitkan bila daerah harus mampu membeli seluruh kopi petani dengan waktu penjualan yang belum pasti, untuk itu diperlukan berbagai skema yang mungkin di tempuh agar petani kopi mampu bertahan, terdapat beberapa strategi yang saat ini dianggap dapat menjadi alternative menyelesaikan masalah yaitu resi gudang.
Namun sayangnya pengelolaan resi gudang tidak dikelola oleh BUMD, jadi jika berharap resi gudang mampu menstabilkan harga kopi untuk saat ini, kita masih kurang yakin.
Apalagi Terkait dengan kondisi saat ini, jika melihat data SKA Kabupaten Aceh Tengah, untuk bulan Januari sampai April, beberapa eksportir masih tetap melakukan pengiriman kopi Arabika Gayo kebeberapa negara yaitu AUSTRALIA, CANADA CHINA, GERMANY, UNITED KINGDOM REPUBLIC OF KOREA, SINGAPORE, TAIWAN, UNITED STATES OF AMERIKA dengan harga rata2 diperkirakan 5 u$ , untuk itu kita berharap pemerintah daerah harus berani bertindak terhadap kejadian ini,
Seperti beberapa hal yang harus menjadi catatan:
1. Pertamà adalah ke transparan harga kopi kepada petani.
2. COO Certifikat OF Origin atau biasa disebut SKA surat keterangan asal kopi wajib di ketahui oleh publik terutama petani kopi melalui dinas perdagangan Aceh tengah dan perdagangan aceh, karena dalam COO atau SKA disebutkan harga kopi, tujuan negara dan jumlah barang. setiap SKA COO bisa di keluarkan oleh dinas perdagangan karena sudah ada komitmen si pembeli buyer dengan exsportir.
3. Setiap barang yang keluar kemedan di ritribusi 35 atau kem wajib menunjukkan SKA COO karena ada kekuatiran kopi kita menjadi SKA medan dan ini efektip untuk menekan eksportir medan untuk keter bukaan harga.
4.setiap koperasi yang memiliki sertifikasi organic, failtrade wajib membeli kopi petaninya.
Ini harus diatur dengan peraturan Bupati, Bupati menjadi Pahlawan yang sangat diharapkan dalam menyelamatkan pertumbuhan ekonomi khususnya diwilayah Bener Meriah, tambahnya.
Situasi ekonomi kita telah darurat, semoga pemerintah Fatika upayen Bener Meriah kiranya dapat dengan segera bertindak, mengigat Kopi adalah Tulung punggung masyarakat Gayo (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *