Master international bersaing di Kejurnas catur Aceh

oleh -291 kali dilihat
Venue tempat pertandingan Kejurnas Catur di Aceh minggu mendatang. (FOTO-IST)

ACEHWOW – Para pecatur tangguh Indonesia bergelar master international (MI) dipastikan bersaing pada kejuaraan nasional (Kejurnas) ke-47 yang akan digelar di hall serbaguna komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, 10 – 16 Oktober. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Percasi, Henry Hendratno WN, PN yang dihubungi wartawan Jumat menyebutkan, diantara para pecatur bergelar master international tersebut yaitu MI Novendra Priasmoro dipastikan berlaga di Kejurnas mewakili DKI Jakarta. 

MI Novendra Priasmoro adalah juara kategori terbuka (semua umur putra-putri) Kejurnas ke-46/2017 di Bogor, Jawa Barat. Saat ini pecatur tersebut sedang memperkuat tim Indonesia di olimpiade catur di Batumi, Georgia yang berlangsung 23 September hingga 6 Oktober 2018. 

Selain itu sebutnya di kategori senior putri, seorang pecatur tangguh Indonesia master international atau Women International Master (WIM) Chelsie Monica Sihite yang mewakili Kalimantan Timur juga akan ambil bagian. 

Sejumlah master international tangguh lainnya  bakal meramaikan persaingan seperti IM Tirta Candra, IM Dede Liu (DKI), IM Suhendra Andi Supardi (Banten) dan IM Nasib Ginting (Kaltim). 

Di senior putri juga ada pecatur bergelar Master FIDE atau Women FIDE Master (WFM) bakal membuat ketatnya persaingan diantaranya yaitu WFM Aay Aisyah Anisa juara Kejurnas tahun lalu dari Jawa Timur, WFM Baiq Vina Lestari (Riau). 

Tiga pecatur Indonesia bergelar grand master (GM) dari Jawa Barat yaitu GM Susanto Megaranto, grand master wanita (GMW) Irene dan GMW Medina Aulia Wardah dipastikan tidak dapat bertarung di Kejurnas. 

Menurut Henry, tiga grand master tersebut hampir dipastikan tidak ikut Kejurnas di Aceh karena berbenturan dengan pekan olahraga provinsi (Porprov) Jawa Barat,  3 – 13 Oktober. 

Begitupun, di kategori terbuka bakal diikuti seorang GM yaitu Cerdas Barus dari Jawa Timur. Sedangkan di kategori yunior kelompok usia persaingan bakal ketat, karena di kelompok ini akan tampil para pecatur tangguh yang telah menyandang gelar master nasional (MN) dan Master FIDE (MF).

Henry Hendratno menyatakan, juara Kejurnas di Aceh semua kategori, khususnya yunior diproyeksikan mengikuti kejuaraan catur international di luar negeri. 

Sementara KONI Aceh mendukung maksimal Kejurnas catur dan berharap lahir pecatur andalan Aceh. “Dari Kejurnas tersebut kita harapkan Pengprov Percasi Aceh dapat melahirkan pecatur andalan untuk dibina KONI Aceh menghadapi even nasional dan PON”, pinta Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir. 

Secara terpisah, Ketua Umum Pengprov Percasi Aceh, Aldin menyebutkan, sebagai tuan rumah Kejurnas menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas dan prestasi pecatur Aceh di masa mendatang. 

Dijelaskannya, Kejurnas mempertandingkan kategori terbuka (semua umur putra-putri), senior putri, veteran. Kategori yunior tujuh kelompok usia 7, 9, 11,13, 15, 17, 19 tahun putra dan putri (14 kategori), semuanya 17 kategori.

Aldin yang juga Plt Ketua PWI Aceh ini menyatakan,  Kejurnas siap digelar dan persiapan hanya tinggal penyelesaian akhir saja. “Kita harap semua pihak dapat ikut menyukseskan perhelatan  olahraga tingkat nasional di ibukota Provinsi Aceh ini”, imbuhnya. 

Diperkirakan, Kejurnas catur di Aceh ini dihadiri sekitar 2000 orang dari 34 provinsi di Indonesia, baik sebagai atlet, official, orang tua atlet. Termasuk peserta pelatihan pelatih, wasit tingkat nasional dan peserta rapat kerja nasional (Rakernas) yang dilaksanakan bersamaan Kejurnas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *