Nilai Kinerja Polda Aceh selalu Siap, Anggota DPR RI Serahkan Sejumlah Daftar Kasus Korupsi

oleh -50 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Anggota Komisi 3 DPR RI asal Aceh H Nazaruddin Dek Gam mengapresiasi kinerja Polda Aceh dan jajarannya, yang berhasil menjalankan Satgas Aman Nusa II Polda Aceh dengan baik.
Hal itu disampaikan Dek Gam–sapaan H Nazaruddin–usai menggelar pertemuan dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Wahyu Widada, yang juga pertemuan dalam rangka reses anggota DPR RI komisi 3 tersebut, Jumat (15/5/202) siang di Mapolda Aceh.
Saya apresiasi kinerja Kapolda Aceh yang sudah menjalankan Satgas Aman Nusa II dengan baik, ini merupakan satu kesuksesan, “puji” DEK GAM, yang juga diselala-sela silaturrahmi dan pertemuan tersebut, menyerahkan berkas sejumlah kasus lainnya yang terindikasi didalamnya mengandung unsur korupsi, atau menyalahi UU.
Sementara Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada dalam pertemuan tersebut, didampingi Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Kombes Pol. Marzuki Ali Basyah, yang merupakan putra Aceh, serta Direktur Intelijen Keamanan (Dir Intelkam), Kombes Pol Supriadi Djalal.
Politisi muda Nazaruddin juga menjelaskan, Satgas Aman Nusa II itu fokus utamanya adalah pencegahan, penanggulangan dan penegakan hukum. Satgas ini juga dalam rangka bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
“Saya selaku anggota DPR RI dari Komisi 3, yang juga salah satu jalur mitra kerja penegak hukum dalam hal ini Kepolisian.
Dengan demikian, sebagai tugas penting atau reses untuk memantau dan mempertanyakan sejauh mana Satgas Aman Nusa II di Aceh berjalan? ,” ujarnya lagi.
Ternyata Dek Gam mengaku puas dengan apa yang disampaikan Kapolda Aceh terkait Satgas Aman Nusa II. Dimana Polda Aceh selain fokus pada pencegahan Covid-19, yang merupakan bencana non alam, juga fokus pada bencana alam yang terjadi Aceh Tengah, yaitu banjir bandang dan banjir di Banda Aceh serta Aceh Besar.
“Artinya Kapolda Aceh sudah menjalankan amanah dan selalu siap menjalankan tugas sesuai instruksi atasannya, yaitu Mabes Polri.
Dek Gam dalam pertemuan itu juga menyerahkan sejumlah daftar kasus dugaan korupsi yang masih mandek atau jalan di tempat, sembari menerangkan kasus-kasus tersebut saat ini masih berada di Polda Aceh.
“Saya meminta kalau kasus-kasus yang masih jalan di tempat dan belum jelas penanganannya untuk diselesaikan dan diusut tuntas,” pinta Bendahara Fraksi PAN DPR RI dimaksud.
Selain itu, Dek Gam juga meminta Kapolda Aceh untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi pada pemberian izin, baik izin tambang maupun izin mendirikan bangunan (IMB).
Pasalnya korupsi tidak hanya terjadi pada pengadaan barang dan jasa, tapi juga pada pemberian izin.
“Selama ini saya nilai masih luput perhatian aparat hukum pada proses pemberian izin, padahal disana juga sering terjadi dugaan korupsi, kedepan harus menjadi perhatian Polda Aceh, ujar Nazaruddin, yang juga sebelumnya sebagai pengusaha muda, lewat rilis yang diterima ACEHWOW.COM Jumat kemarin.
Wakil Bendahara Umum DPP PAN itu juga mengapresiasi langkah Kapolda Aceh yang mau turun langsung ke lokasi bencana seperti yang terjadi di Aceh Tengah baru-baru ini.
“Kapolda juga sukses melakukan razia bahan pokok dan razia perbatasan Aceh untuk mencegah penyebaran Covid-19,” kata Presiden Persiraja Dek Gam.
*Tentang Satgas Aman Nusa II*
Satgas Aman Nusa II merupakan bentukan Mabes Polri. Dimana Satgas Aman Nusa II menjadi tiga Satuan Tugas (Satgas) yakni Sub Satgas Pidum, Sub Satgas Ekonomi, Sub Satgas Siber.
Dimana setiap Sub Satgas memiliki tugas masing-masing. Seperti Sub Satgas Pidum, yang bertugas melakukan penindakan terhadap kejahatan konvensional seperti pencurian, penjarahan, perampokan, tindak pidana bencana alam, serta tindak pidana karantina kesehatan.
Kemudian Sub Satgas Ekonomi, yang fokusnua mengawasi dan menindak penimbunan bahan makanan dan alat kesehatan, penindakan pelaku ekspor, antiseptik, bahan baku masker, APD dan masker, serta penindakan terhadap obat atau alat kesehatan yang tidak sesuai standar/izin edar.
Terakhir Sub Satgas Siber, dimana tugasnya adalah melakukan penindakan hoaks Covid-19, provokator terkait Covid-19,
melalui media online, serta penindakan penjualan Alkes melalui media online. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *