Oknum Kades Kampong Bah Aceh Tengah, Korupsi Dana Desa..?

oleh -1.444 kali dilihat

ACEHWOW.COM– Oknum Kepala Desa (Geuchik) Kampong Bah Ketol Aceh Tengah berinisial MRL (48 th) diduga melakukan praktek korupsi Dana Desa sejak tahun 2015 s/d 2018.

Menurut informasi diperoleh media ini dari warga Kampong Bah, oknum Kepala Desa tersebut, MRL telah menyalahgunakan wewenangnya dan melakukan praktek korupsi yang merugikan negara tiga tahun berturut-turut, sejak tahun 2015 sampai tahun 2018.

“Kami sudah melaporkan ke tim pengawas kecamatan, tapi belum ada respon sampai hari ini,’ ujar sumber media ini di Kampong Bah, Rabu (15/5/2019) melalui telepon genggam.

“Banyak penggunaan dana desa yang tidak transparan, misalnya dana Silpa (sisa uang) tahun 2015 sebesar Rp 52 juta, sampai hari ini tidak jelas kemana dibawa oleh kades.

“Kemudian tahun 2016, pembangunan jalan dusun 1 Kampong Bah yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB), seharusnya 1.300 x 5 meter ternyata yang dibangun cuma 3 (tiga) meter luasnya, pembukaan jalan dusun 2, seharusnya 2.000 x 5, tapi yang dibangun hanya 3 meter luasnya,” ujar sumber itu.

“Kami mensinyalir Kepala Desa telah menilep (korupsi) desa sebesar Rp 313 juta,” papar sumber tersebut.

“Disamping itu pembelian tanah Polindes dengan harga di dalam RAB Rp. 40 juta tapi yang di bayar hanya 30 juta.

Kemudian dugaan praktek korupsi oleh Kades Kampong Bah berlanjut di tahun 2017, yakni tidak transparannya pengelolaan dana pengaspalan lapen yang dikelola mantan Mukim Ketol, dengan jumlah anggaran sebesar Rp.278 juta,” ujar warga Gampong Bah yang minta identitasnya dirahasiakan.

“Saya selaku RGM (Tuha Peut,red) Kampong Bah sudah menyampaikan secara lisan kepada pihak Kejari Takengon, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ungkap sumber tersebut.

Untuk Kelompok Masyakarat (Pokmas) Musara Ate jumlah dana Rp. 333 juta untuk pembuatan rabat beton sepanjang 347 meter. Dana yang terpakai Rp. 179 juta. Sisa Rp 154 juta sampai saat ini tidak jelas pertanggung jawabannya.

Pokmas Bahgie jumlah dana Rp 569 juta, Pembuatan TPT, pekerjaan belum selesai, namun dananya sudah dibagi untuk anggota masing-masing, tapi 2 (dua) orang anggota pokmas lainnya tidak mau menerima.

Ditahun 2018 lalu oknum Kepala Desa memalsukan tanda tangan perangkat desa lainnya untuk mencairkan dana APBG tahun 2018 Kampong Bah.

“Mangkrak proyek pembangunan Air Bersih dari Pansimas Rp 283 Juta dan penambahan dari dana desa Rp 40.706.050.

“Kami selaku warga Kampong Bah merasa prihatin dan kesal dengan praktek korupsi kepala kampong yang selama ini tidak mengedepankan musyawarah, transparansi dalam membangun kampong” ujar sumber media ini.

“Maka kami berharap ada tindak lanjut yang akan dilakukan oleh pengawas dana desa dan juga aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti kasus ini, sehingga dana desa tersebut betul betul digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Kampong Bah,’ ungkap Warga setempat dengan nada sedih.

Sampai berita ini tayang, kami belum bisa menghubungi Kepala Desa Kampong Bah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *