Pelatih Fakhri Husaini akan Tetapkan Pemain Sesuai Kebutuhan Tim

oleh -106 kali dilihat

Foto dari kiri ke kanan, Pelatih Fakhri Husaini, Ketua Harian KONI Aceh Kamaruddin Abubakar, Ketua Asprov PSSI Aceh Nazir Adam dan Sekum KONI Muhamnad Nasir Syamaun, usai pertemuan beberapa hari lalu di Kantor KONI Aceh.

ACEHWOW.COM: COACH (Pelatih) Fakhri Husaini yang akan menangani tim Sepakbola PON Aceh, bersama staf kepelatihannya (asisten) Muhammad Azhar, Mukhlis Rasyid serta pelatih kiper sebelumnya tetap menerapkan standar tinggi dalam menentukan pemain, serta sesuai dengen kebutuhan tim.
Coach Fakhri juga
mengakui banyak pemain sepakbola berbakat di Aceh dan dapat diandalkan tampil dilevel nasional, seperti memperkuat tim PON.
Tinggal dibina dan ikut latihan secara terprogram kala menghadapi kompetisi juga event pertandingan sesungguhnya, seperti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua bulan Oktober 2021 nanti, ungkap pelatih senior kelahiran Kota Lhokseumawe Aceh tersebut, kepada wartawan olahraga dalam konferensi pers di Banda Aceh, Minggu (27/12/2020) pagi kemarin.
Sembari menambahkan, “sebagai orang Aceh tulen, dan hanya beberapa saat memperkuat tim asal Aceh PSSB Bireuen, terasa tidak lengkap berkarir disepakbola, baik sebagai pemain dan pelatih, sebelum membawa salah satu tim asal Aceh berprestasi ditingkat nasional”.
Hasratnya membawa prestasi bagi sepakbola Aceh, setelah berkelana serta “wara-wiri” sejak tahun 1992 diluar Aceh, baik sebagai pemain dan pelatih, termasuk tugas ‘wajib’ di perusahaan plat merah PKT Bontang yang akan memasuki purnabakti akhir bulan Januari 2021, dikira sudah mencukupi dan perjalanannya memuaskan, meskipun kadang-kadang ada yang tidak sesuai harapan dalam menangani sebuah tim juga Timnas,
ujar mantan pelatih Timnas U-16 dan U-18 sepakbola Indonesia kelahiran kota Lhokseumawe, 27 Juli 1965 dimaksud.
Serta menuturkan, setelah pertemuan dengen jajaran KONI Aceh dua hari lalu dan menyahuti rekom Asprov PSSI Aceh, meskipun belakangan banyak manajemen tim lain yang menghubungi dirinya, termasuk tawarab sebagai asisten pelatih salah satu timnas kelompok umur.
“Seluruhnya pelatih Fakhri menolak, mengingat dalam senggang waktu itu sudah diajak oleh Asprov PSSI Aceh untuk membantu tim sepakbola PON Aceh.
Dengen demikian, kesempatan menangani tim Aceh, dinilai langkah tepat untuk mengabdi bagi level sepakbola aceh, meskipun level skuat disiapkan untuk PON (pemain dibawah usia 23 tahun, Fakhri menyebutkan sangat terhormat, mengingat sepakbola jenjang menuju prestasi untuk kebanggaan bangsa dan daerah “juga sebagai ibadah”, apalagi menangani tim dari nanggroe tanah kelahirannya.
Ditanya target pada PON Papua nanti, coach yang masih sangat kental berdialog dengen bahasa Aceh tersebut menuturkan, sebagaimana pesan dari petinggi KONI Aceh dan pihak Asprov PSSI Aceh harus meraih prestasi maksimal.
Dengen tidak menafikan tim kuat lainnya, seperti tuan rumah PON Papua, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jateng yang sudah berulangkali menoreh emas sepakbola PON.
Sekarang saatnya Aceh unjuk gigi, terutam harus berprestasi di pon Papua bulan Oktober 2021 nanti.
Dengen rentang persiapan 9 bulan, lewat talenta pemain berkarakter, seperti skil, ketahanan fisik, semangat juang tinggi dan tingkah laku, pelatih Fakhri Husaini yang juga mantan pemain timnas dimaksud, optimis tercapai apa yang didambakan.
Namun tidak ada artinya, pelatih mengatur strategi dari luar lapangan dan pemain berjuang dilapangan jika tidak ada dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Aceh nantinya, tutup mantan pemain PKT Bontang FC Provinsi Kalimantan Timur dimaksud.
Sementara Ketua Asprov PSSI Aceh Nazir Adam, SE dalam konferensi pers yang sama menuturkan.
KONI Aceh sudah merekom coach Fakhri untuk menangani tim sepakbola PON Aceh, bahkan jika mulus program KONI, Pelatda Cabor termasuk sepakbola akan dimulai akhir bulan Januari 2021.
Tentu semuanya yang menentukan skuat pemain untuk PON atas rekomendasi pelatih Fakhri Husaini dan asistennya nanti, alias tidak ada intervensi dari kalangan manapun, termasuk ketua Asprov dalam penentuan pemain, Asprov hanya mencari pemain berbakat untuk ikut selaksi dengen 20 pemain yang telah berjasa meraih mendali emas pada PORWIL Bengkulu akhir tahun 2019 lalu.
Itupun nanti kalau ada penambahan sebagaimana kebutuhan tim dalam perjalanan Pelatda (persiapan tim), unggah ketua Asprov sembari “mengutip pernyataan” coach Fakhri Husaini dalam kesempatan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *