Rakor KONI ‘antar’ Sumatera, Akan Bahas Regulasi Mutasi Atlit untuk PORWIL 2023

oleh -69 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Selain membahas jumlah Cabang Olahraga (Cabor) yang dipertandingkan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Se Sumatera, di Banda Aceh, Tanggal 13-14 Maret 2020 dimaksud.
Juga ada regulasi yang lebih urgen, bahkan utama yang harus dibahas oleh perwakilan peserta Rakor dalam waktu dekat ini, yaitu regulasi mutasi atlet, seperti pemindahan dari satu daerah kedaerah lain, harus benar-benar sah, baru diperbolehkan mengikuti event Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) antar Sumatera 2023 nanti di Aceh,
serta sebagai tahapan penting menghadapi PON Aceh-Sumut tahun 2024 mendatang.
Ungkap ketua panitia Rakor Drs Teuku Rayuan Sukma,S.Sos dalam rapat ‘penting” kepanitiaan menghadapi kegiatan tersebut, di Sekretariat KONI Aceh, “seputar simpang-5 kali Krueng Aceh”, Selasa kemarin.
Lebih jauh Rayuan Sukma, yang juga pernah menjabat eselon “tinggi” dilingkungan Pemerintah Aceh tersebut lebih jauh menjelaskan.
Telah mengangendakan pembahasan penting sejumlah regulasi tentang pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) XI se Sumatera di Provinsi Aceh pada 2023 dalam Rakor nanti.
Diantaranya sudah menyusun draf sejumlah regulasi dan peraturan hukum pelaksanaan Porwil untuk dibahas dengan KONI se Sumatera.
“Draf pembahasan yang kita agendakan sifat untuk mempertegas sejumlah regulasi tentang pelaksanaan Porwil”, ujar Rayuan, yang juga Wakil Ketua Umum III Bidang Litbang KONI Aceh ini.
Disebutkan, sejumlah regulasi itu diantaranyanya menyangkut jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Porwil XI dan regulasi (peraturan hukum) mutasi atlet.
“Pembahasan regulasi dimaksud sebagai agenda penting Rakor nanti, sehingga permasalahan mutasi atlet yang terjadi di PORWIL Bengkulu Oktober tahun lalu agar tidak terulang kembali, kala Aceh sebagai tuan rumah nanti, ujar mantan Kadispora Aceh tersebut, “lewat ciri khas pantulan suaranya”.
Selain itu, penambahan atau pengurangan cabang olahraga yang dipertandingkan di Porwil Aceh nanti juga akan dipertegas dan ditetapkan dalam Rakor selama dua hari tersebut.
Diterangkan lagi, nanti ada tim Kaukus KONI yang bekerja menyusun penambahan, pengurangan Cabor, termasuk regulasi lainnya.
Hasil Rakor nanti, tuan rumah Porwil berhak melaksanakan pertandingkan semua Cabor yang telah ditetapkan.
Namun semua Cabor yang dipertandingkan di Porwil, yang dipertandingkan di PON nanti, mengingat Porwil juga ajang prakualifikasi PON (Pra PON).
Dalam Rakor nanti, katanya, sudah disusun juga draf yang akan dibahas tentang semua provinsi berhak dipilih sebagai tuan rumah Porwil.
“Kita sudah melakukan berbagai persiapan dan berupaya maksimal pelaksanaan Rakor KONI se Sumatera di Banda Aceh bisa berjalan lancar dan sukses”, harap T Rayuan Sukma diakhir bahasannya.
Seperti disebutkan dalam awal rapat panitia tersebut. Rapat Koordinasi (Rakor) KONI se Sumatera membahas berbagai regulasi penting tentang gelaran event olahraga PORWIL di Aceh tahun 2023 nanti.
Juga sebagaimana diutarakan Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Abu Razak mengatakan, Rakor tersebut juga menjadi bagian ujicoba persiapan Aceh sebagai tuan rumah Porwil XI/2023 dan PON XXI/2024.
“Kita harapkan panitia yang sudah terbentuk ini, dapat melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya dan layanan maksimal kepada peserta dari 9 provinsi se Sumatera dan juga hadir sejumlah utusan dari KONI Pusat”, ujarnya dalam rapat kesiapan pelaksanaan Rakor KONI antar Sumatera tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *