Resmi Pimpin Pijay Periode Kedua, Ini Harapan Warga dari Pasangan Aiyub Abbas dan Said Mulyadi

oleh
Khaidir TM, salah satu warga Ulim Pijay, yang juga menaruh harapan besar kepada Pemimpin Pidie Jaya (Pijay) yang baru dilantik, dapat berbuat yang terbaik bagi warga. (foto:acehwow.com-zulmahdi)

ACEHWOW.COM-Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), H Aiyub Abbas dan H Said Mulyadi, SE., M.Si, masa kerja (periode) 2019-2024 resmi dilantik oleh Plt Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah,MT dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRK Pijay, Senin (04/02) 2019, dengen sendirinya. “Secara otomatis pasangan tersebut melaksanakan tugas kembali secara depenitif, untuk periode kedua, atau lima tahun kedepan”.

Namun setelah dilantik dan kritikan masa kepemimpinan periode pertama, sejumlah warga Pijay mengharapkan kepada pimimpinnya Aiyub Abbas dan Said Mulyadi (Bup dan Wabub) dapat mengisi pembangunan secara menyeluruh, guna mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupatennya, harap Abdullah, salah seorang masyarakat Trienggadeng, kepada “acehwow.com” sore tadi.

Sebenarnya dalam kepemimpinan periode yang lalu sudah ada terobosan yang dilaksanakan, tapi belum banyak berpihak kepada masyarakat bawah atau di gampong-gampong.

Seperti pembangunan rumah duafa, bantuan pasca gempa dan kebutuhan lainnya, dinilai belum merata, “sindir Abdullah dan mengakui juga banyak sendi pembangunan lainnya, belum berpihak untuk memenuhi kebutuhan warga Pijay belakangan ini”. Sementara salah satu pemuda dari Ulim Pijay, TM Khaidir, MM juga menaruh harapan besar kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aiyub Abbas dan Said Mulyadi agar tancap gas periode ini, sehingga pembangunan diberbagai sendi, di Kabupaten yang kita cintai tersebut kedepan terus merata, dan sesuai dengan kebutuhan warga.

Khaidir TM yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Asprov PSSI Aceh, periode 2014-2018 berharap Bupati dan Wabub yang sudah berpengalaman. Dalam periode ini mengharapkan dapat menempatkan figur-figur terbaik sebagai kepala SKPD/SKPK dan lembaga, yang memiliki chenel atau hubungan pasti dengen Kementrian-kementrian, Lembaga di tingkat Pusat, bahkan luar negeri sekalipun.

Dalam artian, jika ada hubungan dimaksud, Bupati, Wabub, Sekda dan kepala SKPD lebih mudah berkomunikasi, dalam hal sejumlah sumber anggaran, yang diperuntuhkan, atau dialokasikan untuk pembangunan Pijay lewat celah yang tersedia, “Dikira selama ini masih kurang dilakukan oleh pejabat atau pengambil kebijakan di Kabupaten Pijay, kecuali bantuan pasca gempa akhir tahu 2017 lalu”.
Sehingga fokus pembangunan hanya berjalan dari kucuran APBK dan Dana Otomi Kusus Aceh (Doka), pasti tidak mencukupi dan terpenuhi untuk pembangunan secara menyeluruh, ditambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pijay juga masih minim, tentu harus ada anggaran tambahan, diluar dari anggaran tersebut, terutama untuk pembangunan fisik, peningkatan bidang perikanan dan kelautan, petani pinang nuga kakau, diluar gabah, harus benar-benar diperhatikan, “tambah alumni Sekolah Pertanian Ulim Pidie Jaya tersebut.

Selain itu, Khaidir TM. Yang juga kader DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aceh dimaksud juga mengharapkan. Bupati, Wabub dan Kadispora Pijay dapat meningkatkan prestasi olahraga, agar lebih meningkat lagi kedepan, “terutama diajang tingkat Aceh seperti PORA”.

Apalagi olagraga yang sangat digemari masyarakat, seperti sepakbola. Diantaranya mendukung penuh Ps Pidie Jaya meraih prestasi kedepan, “seperti promosi ke Liga II”, dikira kejayaan Ps Pijay sangat ditunggu oleh pendukungnnya, mengingat sepakbola salah satu hiburan masyarakat yang terdepan saat ini, secara umum di Aceh, unggah Khaidir yang juga Wakil ketua Asosiasi Futsal Aceh, panjang lebar.

Harapan yang diutarakan warga Trienggadeng dan Ulim Abdullah juga Khaidir TM tentu, ‘keinginan yang sama didambakan oleh seluruh masyarakat Pijay, baik lokal dan perantauan.

Lebih-lebih bidang pendidikan umum dan agama, juga tidak kalah pentingnya diperhatikan secara kusus oleh pemimpin baru dan wajah lama Pijay, Bupati dan wakil Bupati H Aiyub Abbas-H Said Mulyadi, “semoga apa yang didambakan warga dapat terrealisasi”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *