Sebagai Cabor Baru, KONI nilai Pengurus Squash Aceh Sudah Berkerja Maksimal

oleh -57 kali dilihat

FOTO: Wakil Ketua I bidang organisasi KONI Aceh, Faisal Saifuddin (baju merah) dan Ketua Pengprov Squash Aceh Husaini Jamil, MM disela-sela serimoni pembukaan Rakerda, di Arabia Hotel, Banda Aceh, Minggu (18/10) 2020.
ACEHWOW.COM-KONI Aceh mengakui kinerja pengurus Pengprov Squash, dalam menjalankan program dan amanah sesuai dengen AD/ART Cabang Olahraga (Cabor) dimaksud.
Bahkan memberikan apresiasi kepada pengurus Pengprov Squash Aceh, padahal baru terbentuk tujuh bulan belakangan, tapi telah terbentuk 14 Pengcab kabupaten/kota di Aceh. “Ini suatu prestasi luar biasa sebagai cabor baru di Aceh,” puji ketua umum koni Aceh, yang diwakili wakil ketua I bidang organisasi Faisal Saifuddin, lewat sambutan pembukaan Rakerda dimaksud, Minggu (18/10) 2020.
Bahkan cabor cabor squash juga sudah memiliki venue (tempat berlatih dan pertanding), ada atlet, sehingga kegiatan latihan dalam program pembinaan bisa berjalan. Jika semua itu lengkap, cabor Squas dapat dipertandingkan di Pra PORA 2021 untuk menuju PORA XIV/2022 di Pidie.
Kecuali itu, sebutnya, Squash juga menjadi suatu cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON XXI/2024 Aceh-Sumut. “Kita berharap pengurus Squash Aceh dapat mempersiapkan atlet untuk berprestasi meraih medali saat Aceh menjadi tuan rumah PON nanti,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum Pengprov Squash Aceh, H. Husaini Jamil, SE, MM, Tr mengatakan, dalam pelaksanaan program pembinaan untuk pencapaian prestasi ada beberapa instrumen yang harus dipenuhi Squash Aceh.
Untuk itu, katanya, Squash Aceh sudah dan siap memenuhinya, mulai dari pembinaan dan penyiapan atlet, penyediaan sarana – pra sarana latihan dan bertanding (venue), pelatih, wasit, membangun dan membuka komunikasi peluang dukungan dana CSR.
“Kita sudah punya seorang atlet yang selama ini kuliah di Jawa Barat. Kita juga sudah melakukan kesepakatan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG) Banda Aceh untuk penyedian veneue. Awal 2021 kita juga segera mengadakan pelatihan pelatih dan wasit,” katanya.
Saat ini juga, sebutnya, sudah terbentuk pengurus 14 kabupaten/kota di Aceh. “Target kita, pada 2021 menggelar kejuaraan provinsi (Kejurprov) pertama dan prakualifikasi PORA (Pra PORA),” katanya.
Husaini juga menyatakan, komitmen membina cabor squash, sehingga bisa menjadi cabor berprestasi dan mempersembahkan medali bagi Aceh sebagai tuan rumah PON XXI/2024.
“Kami juga mohon dukungan semua pihak, terutama KONI Aceh yang selama berada di garda depan membantu dan membina cabor-cabor baru. Anggaran untuk kegiatan Squash sebagai cabor baru selama ini sumbernya hanya dari KONI Aceh,” ujarya.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama penyediaan venue oleh Ketua Umum Pengprov Squash Aceh, Husaini Jamil dengan Ketua STKIP BBG, Dr Lili Kasmini, S.Si, MSi. BBG menyediakan venue squash yang saat ini sedang dalam pengerjaan dan dalam waktu dekat selesai serta dapat digunakan untuk kegiatan berlatih.
Ketua STKIP BBG Banda Aceh, Dr Lili Kasmini menyebutkan, squash Aceh
Nasional Indonesia (KONI) Aceh berharap rapat kerja provinsi (Rakerprov) pengurus olahraga Squas atau tenis dinding Aceh dapat menentukan program prioritas yang mampu dilaksanakan.
Faisal menyebutkan, program yang ditentukan Squash Aceh juga harus disesuaikan dan selaras dengan program cabang olahraga ini di tingkat pusat dan KONI.
Begitu juga, katanya, program yang dibuat pengurus kabupaten/kota disesuaikan dengan di provinsi, sehingga tujuan terarah dan tepat. “Kalau kabupaten/kota programnya sudah tentu untuk kejuaraan provinsi dan Pekan Olahraga Aceh (PORA). Sedangkan provinsi untuk event nasional serta Pekan Olahraga Nasional (PON),” sebutnya.
Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi KONI Aceh ini dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada Pengprov Squash Aceh yang baru terbentuk tujuh bulan, sudah terbentuk 14 kabupaten/kota di Aceh. “Ini suatu prestasi luar biasa sebagai cabang olahraga baru di Aceh,” ujarnya.
Sementara, Ketua Pemprov Squash
Aceh H. Husaini Jamil, SE, MM, Tr mengatakan, dalam pelaksanaan program pembinaan untuk pencapaian prestasi ada beberapa instrumen yang harus dipenuhi Squash Aceh.
Untuk itu, katanya, Squash Aceh sudah dan siap memenuhinya, mulai dari pembinaan dan penyiapan atlet, penyediaan sarana – pra sarana latihan dan bertanding (venue), pelatih, wasit, membangun dan membuka komunikasi peluang dukungan dana CSR.
“Kita sudah punya seorang atlet yang selama ini kuliah di Jawa Barat. Kita juga sudah melakukan kesepakatan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Bina Bangsa Getsempena (STKIP BBG) Banda Aceh untuk penyedian veneue. Awal 2021 kita juga segera mengadakan pelatihan pelatih dan wasit,” katanya.
Saat ini juga, sebutnya, sudah terbentuk pengurus 14 kabupaten/kota di Aceh. “Target kita, pada 2021 menggelar kejuaraan provinsi (Kejurprov) pertama dan prakualifikasi PORA (Pra PORA),” katanya.
Husaini menyatakan, komitmen membina cabor squash, sehingga bisa menjadi cabor berprestasi dan mempersembahkan medali bagi Aceh sebagai tuan rumah PON XXI/2024.
“Kami juga mohon dukungan semua pihak, terutama KONI Aceh yang selama berada di garda depan membantu dan membina cabor-cabor baru. Anggaran untuk kegiatan Squash sebagai cabor baru selama ini sumbernya hanya dari KONI Aceh,” ujarya.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan naskah kesepakatan kerjasama penyediaan venue oleh Ketua Umum Pengprov Squash Aceh, Husaini Jamil dengan Ketua STKIP BBG, Dr Lili Kasmini, S.Si, MSi. Ki menyediakan venue squash yang saat ini sedang dalam pengerjaan dan dalam waktu dekat selesai serta dapat digunakan untuk kegiatan berlatih.
Ketua STKIP BBG Banda Aceh, Dr Lili Kasmini menyebutkan, squash Aceh memiliki potensi berkembang dan berprestasi di masa mendatang, karena semangat serta upaya yang telah dilakukan selama ini.
“Kita mendukung pembinaan cabor squas Aceh, sehingga berkembang dan atlet Aceh nantinya bisa berprestasi,” katanya.
Lili menyebut, cabor squash juga akan akan masuk dalam kurikulum Prodi Olahraga di BBG, sehingga nantinya ada atlet-atlet squash dari BBG yang berprestasi, harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *