Tak Libur akibat Corona, Rektor UIN Ar-Raniry Dikritik Mahasiswa yang Sedang Kuliah Ma’had

oleh -1.058 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Kebijakan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, yang juga dinilai oleh mahasiswa yang sedang kuliah program MA’ HAD sangat tidak adil.
Terkait aplikasi surat edaran tentang COVID 19, atau kebijakan yang dikeluarkan Plt Gubernur Aceh agar meliburkan Sekolah-Sekolah dan perkuliahan selama 14 hari kedepan, “seperti tidak ditanggapi serius Rektor UIN Ar-Raniry sangat disatyangkan”. Padahal himboan daksud, guna
mengurangi atau menhindari wabah penyakit ‘ Virus Corona’ serta edaran yang sama telah berlaku secara nasional di Indonesia.
Namun tidak dipatuhi secara keseluruhan oleh pihak Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Sebagaimana penuturan sejumlah mahasiswa Universitas tersebut, lewat rilisnya yang dikirim ke media ini kemarin, dimana Mahasiswa Ma’had yang saat ini di Asramakan di Kampus tersebut, yang juga sedang dalam program Ma’had di asrama, guna belajar pembinaan karakter, agar memenuhi
persyaratan dalam menyelesaikan studi di Universitas Islam dimaksud.
Tapi perihal libur Corona, seperti tidak dipatuhi pihak Rektorat UIN Banda Aceh, Mengingat adanya surat edaran yang ditandatangani Rektor UIN Ar-Raniry, dimana ada beberapa point yang menurut kami itu sangat lucu.
Diantaranya poin E dan F, yang isinya :
E. Seluruh Mahasiswa agar tidak melaksanakan kegiatan yang melibatkan banyak orang.
F. mahasiswa yang tinggal di ma’had uin arraniry agar tetap berada di asrama dan mengikuti kuliah secara daring (online) atau media lainnya, alias tidak libur seperti sekolah, terang sejumlah mahasiswa tersebut, yang tak mau dipublikasikan indentitasnya.
Dijelaskan lagi,
padahal di asrama lebih ramai dan lebih sering bertatap muka dengan ratusan orang dibandingkan kelas belajar di kampus, ungkap mahasiswa ilmu politik tersebut.
Yang ditakutkan oleh mahasiswa ma’had jika salah seorang terkena virus membahayakan dimaksud, bisa jadi seluruh mahasiswa ma’had akan di karantina dan tidak diperbolehkan pulang. Pertanyaannya?apakah harus ada yang terkena virus itu, baru Rektor meliburkan ma’had /asrama, ungkap trio mahasiswa tersebut dalam nada kesal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *