Wow! Tingkat Perceraian Di Aceh Meningkat, Ketahui Sebabnya

oleh

ACEHWOW.COM | Banda Aceh – Angka perceraian di Aceh meningkat setiap tahunnya. Mayoritas perceraian yang terjadi karena perselisihan dan pertengkaran yang terjadi secara terus-menerus, sehingga membuat istri menggugat cerai suaminya. Faktor lainnya diakibatkan pernikahan di usia muda.

Hal tersebut berkaitan dengan beredarnya video yang menjadi viral sepanjang lima bulan terakhir terkait pihak ketiga dengan istilah PELAKOR (Perebut Lelaki Orang), yang ramai diperbincangkan. Hal tersebut dapat menjadi awal sebabnya suami tidak pulang-pulang dan pergi dengan wanita lain.

Dari hal itu, menguak tabir angka perceraian di Aceh, data dari Mahkamah Syari’ah Aceh, sepanjang tahun 2017, jumlah perceraian yang terjadi mencapai 5.399. Menurut Hakim Tinggi Mahkamah Syar’iah Banda Aceh DR. H. ABD. Mannan Hasyim, SH.MH, alasan utama pasangan di Aceh bercerai, karena lepasnya tanggung jawab, hubungan yang dijalanin sudah tidak harmonis lagi, kehadiran pihak ketiga dan juga faktor ekonomi.

Lanjutnya, Mannan Hasyim mengaku, bahwa perkara yang sering ditangani karena suami yang meninggalkan istrinya dan suami menikah lain, tidak pulang kerumah itu yang sering terjadi.

“Hal tersebutlah yang menjadi sebab terjadinya gugatan cerai. Dan yang manjadi penggugat pun mayoritas dari pihak istri,” Jelas Hakim tinggi Mahkamah Syari’ah Banda Aceh saat ditemui pada jum’at 20 April 2018.

Tambahnya bahwa usia yang ingin menggugat beragam, ada yg 50, 40 atau usia muda. Ada yang sudah punya anak 6 ada yg dibawahnya bahkan ada yang belum punya anak.

Dari jumlah kasus yang telah disebutkan diatas, kasus cerai gugat lebih mendominasi yaitu 3,891 daripada cerai talak sebanyak 1,508. Artinya, banyak pihak perempuan yang menggugat pihak laki-laki. Kasus perceraian yang tercatat bahwa faktor perselingkuhan menjadi penyebab terbanyak pasangan suami istri mengakhiri ikatan pernikahan mereka.

Nah dengan demikian kita harus memikirkan terlebih dahulu. Semua orang pastinya ingin menikah untuk bahagia. Sebelum menikah, baiknya kita sudah memiliki persiapan yang matang baik secara fisik maupun psikis. Menjaga rumah tanggapun perlu komitmen yang kuat. Semoga pernikahan yang akan kita bangun atau yang sedang kita bangun saat ini bisa memberi kebahagiaan hingga akhir hayat. Ingat ya ladies. []

Eka Sri Mailya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *