3 Makanan Aceh Yang Mulai Dilupakan

oleh -985 kali dilihat
Sumber : Cookpad

ACEHWOW.COM, ACEH – Aceh memiliki kekayaan akan kuliner yang tidak kalah dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, bahkan di dunia. Namun, diantara ribuan makanan Aceh, ada beberapa makanan yang mulai dilupakan bahkan tidak tampak lagi di Aceh. Berikut akan diulas beberapa makanan Aceh yang mulai hilang ditinggalkan masyarakat Aceh.

  1. Limpeng Sagee

Limpeng sage adalah salah satu makanan khas aceh yang sangat tradisional. Pembuatannya sangat mudah, cukup dengan menghaluskan pisang dan sagu, kemudian diberi gula dan garam sesuai selera. Memasaknyapun tidak terlalu sulit, dulu para wanita Aceh memasaknya dengan cara menggepengkan adonannya di daun pisang dan kemudian dibakar di bara api. Namun, dizaman serba instan sekarang ini makanan tersebut sudah jarang sekali ditemui, terlebih di kota Banda Aceh. Mungkin hanya wilayah Aceh yang terpencil saja, makanan ini baru bisa ditemui. Selain itu, pengaruh perkembangan zaman juga mengambil andil dalam punahnya makanan ini. Bagaimana tidak, karakter dan pemikiran masyarakat Aceh sendiri semakin lama semakin tinggi sehingga malu dan gengsi untuk memakan apalagi membuat makanan ini.

  1. Beureunee

Beureune ialah makanan tradisional Aceh lainnya yang dibuat dari sagu, Pembuatannya dengan cara menggongseng sagu kemudian memasaknya dengan santan. Jika dianalogikan, Beureune hampir sama dengan bubur kacang hijau, namun isinya sagu bukan kacang hijau. Meskipun jarang, sampai saat ini makanan ini masih bisa ditemui meskipun tidak sepopuler dulu.  Makanan ini mulai populer pada tahun 60-an dimasyarakat Aceh.

  1. Emping Breuh

Emping breuh ialah makanan tradisional Aceh yang dibuat dengan cara merebus beras, kemudian ditumbuk hingga gepeng. Dahulu, masyarakat Aceh membuat makanan ini untuk dibawa oleh pengantin pria sebagai sesembahan kepada keluarga pengantin wanita dibarengi dengan manisan gula, pisang, dan beberapa jenis kue kering lainnya. Selain dapat dimakan langsung, emping breuh juga bisa disantap dengan ditemani segelas kopi hitam pekat.

(Riski Ahmalina Putra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *