Daya Beli Pupuk Sepi Selama Corona, Ini Bantuan Relawan Bangsigom Aceh buat Petani Bireuen

oleh -49 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Berkurangnya daya beli para petani terhadap kebutuhan pupuk akibat dampak wabah Covid – 19 saat ini, telah melahirkan inspirasi para relawan yang tergabung dalam DPW Forum Relakan Bansigom Aceh (FORBA) Kabupaten Bireuen.
Dimana pengurus relawan yang baru beberapa hari dikukuhkan tersebut, melakukan “gebrakan” besar atau sudah menyediakan mesin reproduksi, sebagai bentuk Inovasi Teknologi Tepat Guna, yaitu Mesin Produksi Pupuk Organik Cair.
Menurut Munawar Ketua DPW FORBA Kabupaten Bireuen, ide dan gagasan membuka usaha produksi pupuk organik cair tersebut, guna membantu kelompok tani binaan DPW Forba Bireuen dalam memehuni kebutuhan pupuk, akibat terbatasnya kemampuan sejumlah petani untuk membeli pupuk dipasaran.
Pinta Munawar, lewat rilis Humas DPP FORBA, yang diterima media ini, Senin (31/08) siang.
Sembari menambahkan, bantuan buat petani juga agar mendukung kebijakan Pemerintah Aceh dalam bidang peningkatan Ketahanan Pangan di masa Covid -19 ini yang dicanangkan oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.
Upaya tersebut atau bidang pertanian adalah, bentuk komitmen DPW Forba Bireuen dalam mendukung program Pemerintah Aceh, kususnya pembangunan “Aceh Troee”.
Juga dipicu oleh keprihatinan pengurus DPW Bireuen serta bantuan DPP FORBA terhadap kurangnya kemampuan finansial para petani dalam membeli pupuk di pasaran atau tempat penjualan.
Sementara Alfian Noer, Ketua Devisi Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup DPW FORBA Bireuen, yang juga sebagai pelaksana produksi pupuk organik cair menjelaskan, inovasi produksi pupuk organik cair ini disiapkan, yaitu menggunakan teknologi destilasi dengan pembakaran tempurung kelapa, sehingga menghasilkan cuka kayu atau asap cair. .Kemudian hasil
cuka kayu tersebut, di campur dengan ekstraksi daun tembakau dan garam mineral dengan komposisi: 70:30:10, selanjutnya dimixer sampai larutan menyatu. Hasil pencampuran tersebut menghasilkan pupuk organik cair yang siap dimasukkan dalam
kemasan.
(Keterangan foto: Mesin Produksi pupuk cair)
Dijelaskan juga, saat ini pupuk organik cair Produksi FORBA Bireuen masih sangat terbatas, hanya dapat diproduksi 50 liter perharinya, oleh karena itu Alfian sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah Aceh, untuk bahan-bahan tambahan lainnya.
“Kami sangat berharap perhatian dan bantuan pemerintah Aceh untuk pengembangkan usaha ini, berupa bantuan peralatan produksi yang berkapasitas minimal 500 liter/harinya”.
Selain itu, pihak Pemerintah Aceh, khususnya Dinas Pertanian Aceh hendaknya dapat membantu pengurusan Izin “Edar hasil produksi pupuk dari Kementerian pertanian RI”, pintanya.
Amatan langsung media ini di lapangan, para anggota kelompok tani binaan DPW Forba Bireun, mengaku menggunakan Pupuk Organik Cair Produksi FORBA Bireun, mampu menghemat 40 persen modal untuk sekali musim tanam padi di kalangan mereka. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan bantuan bahan lainnya, Pemerintah Aceh guna mengembangakan inovasi para Relawan FORBA Bireuen ini masa yang akan datang, satu sisi akan membuka lapangan kerja baru bagi para Relawan, disisi lain akan membantu petani dalam menyukseskan kebijakan Pemerintah Aceh dalam bidang Ketahahanan Pangan di Aceh. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *