Instruksi Gubernur Nova untuk ASN Larang Menghadiri Pesta Perkawinan, Dinilai Pemerintah Abaikan Masyarakat Sipil Aceh Lainnya

oleh -18 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Gubernur Aceh Nova Iriansyah diharapkan, “jangan hanya memikirkan kepentingan golongan atau kelompok orang tertentu dalam memimpin, apalagi tentang penanganan Covid-19, seluruh Rakyat Aceh harus mengetahui anjuran dan instruksi dari pemimpinnya.
Jangan dikususkan intruksi untuk kalangan warga tertentu, mengingat apapun jabatan dan pekerjaan seseorang, jika sudah berbaur dengen warga diluar instansi dan lembaga statusnya sama secara umum, yaitu warga masyarakat.
Apalagi pencegahan Covid-19, “bukan hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tenaga Kontrak (TPK) belaka terinfeksi virus tersebut, namu warga sipil secara umum juga banyak yang telah “terpapar” virus corona, dengen demikian penanganannya dan bentuk pelarangannya juga butuh pencerahan dari pemimpinnya, seperti Gubernur, sebagaimana instruksi yang disampaikan untuk ASN beberapa hari yang lalu.
Ungkap salah seorang aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh Aduen Alja (foto) lewat rilisnya, yang diterima online ini kemarin sore, Rabu (13/01/) 2021.
“Seperti Intruksi Gubernur Aceh, terkait ASN dan tenaga kontrak di larang membuat, menghadiri pesta perkawinan dan sejenisnya, Aktivis LSM angkat bicara, kerumunan yang tertuang dalam intruksi Gubernur nomor 01/INSTR/2021 tentang larangan menyelenggarakan dan menghadiri kegiatan pernikahan/perkawinan serta sejenisnya, yang dapat menimbulkan kerumunan dalam bentuk pengumpulan massa bagi Aparatur Sipil Negara dan Tenaga Kontrak di lingkungan Pemerintah Aceh dinilai kurang tepat. Aktivis LSM yang akrab disapa —Aduen Alja tersebut— menambahkan.
“Prahara Covid-19 yang belum diketahui kapan melandai, tentu dirasakan secara bersama-sama, bahkan hingga dunia mengatakan ini Bencana Internasional yang sangat terasa dampaknya.
Indonesia pun menetapkan sebaran Corona Virus (Covid-19) sebagai bencana nasional ‘non alam’, Paparnya.
Aduen Alja terasa heran dan salah langkah?, dari keluarnya intruksi Gubernur Aceh hanya untuk ASN dan tenaga kontrak di lingkungan Pemerintah Aceh saja instruksi dimaksud.
” Se akan-akan Covid-19 ini hanya ada di lingkungan Pemerintah belaka, tidak tervirus kemasyarakat bawah.
Isntruksi tersrebut dinilai kurang tepat dan Pemerintah Aceh dalam hal ini Gubernur Aceh harus mengkaji ulang terkait isi surat instruksi tersebuy, atau dibatalkan dan dikeluarkan instruksi lainnya yang bersifat umum?
“Situasi yang sangat sulit dan weas-was ini perlu edukasi, sosialisasi, dan kehati-hatian bersama dengan melibatkan semua unsur dan harus dipatuhi semua pihak yang ada, bukan golongan saja.”
Kita ketahui, Pemerintah dalam hal ini Gubernur Aceh dikirim dan dipilih oleh Rakyat, patutnya bekerja untuk rakyat semuanya tanpa membeda-bedakan satu dengan yang lainnya secara maksimal.
Besar harapan jikalau Covid-19 masih Melanda Aceh.
Maka pencegahan, himbauan dan Intruksi harus bersifat umum, Tutup —Aduen— Alja yang juga Alumni Kampus “Biru” UIN Ar-Raniry ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *