Jajaran Polda Aceh Ungkap Sejumlah Kasus Besar secara Berdekatan, Begini Komentar Anggota Komisi III DPR RI

oleh -327 kali dilihat

ACEHWOW.COM– Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR-RI) asal Aceh, H Nazaruddin ‘Dek Gam’ (foto) mengapresiasi kinerja Kapolda Aceh dan jajarannya selama ini, dimana berhasil mengungkap sejumlah kasus besar diwilayah hukum Polda Aceh, “bahkan hampir berdekatan dalam dua minggu terakhir”.
Seperti kasus penyeludupan 60 Kg Sabu-Sabu (SS) , pencabulan terhadap tiga orang anak dibawah umur di Banda Aceh, serta ‘teranyar’ (baru) kasus menyedihkan pembunuhan anak laki-laki berumur 9 tahun di Kabupaten Aceh Timur.
Ungkapan dan pemaparan tersebut, diutarakan Anggota komisi III DPR RI Nazaruddin dalam pertemuan dengen Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, Senin (12/10/2020) pagi di Mapolda setempat.
Dek Gam–sapaan Nazaruddin–dalam pertemuan itu mengapresiasi kinerja Kapolda Aceh dan jajarannya, dimana berhasil mengungkap tiga kasus besar, masing-masing penyeludupan sabu-sabu (SS) 60 kg, kasus pencabulan terhadap tiga anak di Banda Aceh, kasus terbaru pembunuhan anak di Aceh Timur, serta sejumlah kasus menengah dan kecil lainnya, diluar pelanggaran hukum lainnya.
Menurutnya, kasus-kasus yang berhasil diungkap oleh Kapolda Aceh itu sangat menonjol di Aceh, salah satunya terkait dengan peredaran sabu yang sangat mencemaskan. Sehingga kasus tersebut harus menjadi perhatian serius aparat hukum di Aceh.
“Selaku Anggota Komisi III dan saya pribadi mengapresiasi kinerja Kapolda Aceh dan jajarannya”.
Selain itu, Dek Gam yang merupakan satu-satunya wakil rakyat dari Aceh yang duduk di Komisi III DPR RI mengungkapkan, kasus lain yang sangat menjadi perhatian masyarakat dan dirinya adalah kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.
pelanggaran berat dan tidak pri kemanusiaan tersebut, kata Dek Gam, sangat memilukan, serta terpukul juga berpotensi putus asa dan kehilangan “masadepan si korban”, dengen demikian harus diusut secara tuntas,
apalagi terjadi di Aceh yang dikenal dengan daerah Syariat Islam, sayang H Nazaruddin Dek Gam.
“Lewat rilisnya, yang diterima MEDIA Online ACEHWOW.COM, Senin (12/10) sore”.
Sembari mengutarakan,
“Allhamdulilah” Kapolda Aceh berhasil mengungkap dua kasus yang baru terjadi dalam bulan ini, yakni di Banda Aceh dan Aceh Timur.
Selain itu, Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) dimaksud juga menyorot terkait hukuman yang selama ini diberikan kepada pelaku pencabulan anak dibawah umur, dengan menggunakan Qanun Jinayah, yakni hukuman cambuk.
Dek Gam menilai, “hukuman cambuk terhadap pelaku pencabulan tidak memberikan efek jera terhadap pelaku, bahkan hukuman demikian membuat sikorban yang semakin terpuruk dan trauma.
Mengingat setelah dicambuk ratusan kali sekalipun, pelaku akan bebas kembali berkeliaran di tengah-tengah masyarakat, sayangnya.
Untuk itu, “saya” meminta kepada aparat hukum yang menangani kasus pencabulan anak di bawah umur, dapat menggunakan Undang-Undang (UU) tentang Perlindungan Anak (PA), agar ada efek jera kepada pelaku,” harapnya.
“Dalam artian, mengunakan Undang-Undang (UU) PA sangat tepat, karena dapat memberikan efek jera dan hukuman tambahan kepada pelaku,” pinta Dek Gam, yang juga anggota DPR RI yang tergolong muda itu.
Tentang penerapan Penggunaan UU perlindungan anak terhadap pelaku pencabulan anak di bawah umur, Dek Gam juga sudah berkomunikasi dengan Kapolda Aceh.
Ia berharap, Kapolda bersama jajarannya dapat mengefetifkan pemberlakuan UU tersebut, kepada sipelaku pencabulan anak dibawah umur.
“Saya selama ini banyak menerima laporan dari masyarakat terkait hukuman terhadap pelaku pencabulan yang menggunakan cambuk, nanti saya juga akan sampaikan permasalahan ini ke Kapolri dan Jaksa Agung,” beber Dek Gam panjang lebar dalam pertemuan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *