JTMI USK Gelar Pelatihan Rekayasa Virtual bagi Tenaga Pendidik

oleh -23 kali dilihat
Ket: Pelatihan Rekayasa virtual yang dilaksanakan secara daring dan luring di kampus JTMI- FTUSK, 31 maret s/d 1 April 2021. Foto:Ist

“Pembekalan dan penguatan kecakapan ini menjadi salah satu prioritas dan langkah strategis yang dilakukan JTMI dalam upaya menyebarluaskan penggunaan teknologi 3D printing terutama untuk penguatan materi STEM bagi tenaga pendidik sekolah menengah atas dan alumni teknik mesin”, Dr. Irwansyah, ST, M.Eng, Ketua JTMI FTUSK.

ACEHWOW-BANDA ACEH,  Jurusan Teknik Mesin dan Industri (JTMI) Fakultas  Teknik Universitas Syiah Kuala (FTUSK) menggelar Pelatihan 3D Printing dan Virtual Engineering Bagi Guru SMK dan Alumni di Laboratorium Konstruksi dan Perancangan Mesin di kampus setempat,  31 Maret – 1 April 2021.

Mengimbangi perubahan teknologi terutama diera distrubsi teknologi IR 4.0 (Industrial Revolution) yang mendasari penguasaan teknologi terhadap daya saing suatu negara. Maka penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat memperkaya dan memperkuat alat bantu ajar dari suatu proses pembelajaran diberbagai strata pendidikan.

Pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering and Math) telah lama menjadi perhatian yang jika diintegrasikan akan membantu peserta didik memahami dan menyelesaikan suatu masalah secara jauh lebih komprehensif. Dalam pendekatan multidisiplin seperti gabungan dari STEM, dapat sangat memungkinkan untuk direalisasikan dengan mengangkat penyelesaian kasus mengacu pendekatan Problem Based Learning (PBL) dan replikasi cetak wujud fisik (3D printing).

Kegiatan Pelatihan ini bertujuan untuk membantu tenaga pendidik agar lebih leluasa dalam berkarya membuat dan mengembangkan alat bantu ajar materi pelajaran STEM. Pelatihan dilaksanakan dengan metode hybrid mengkombinasikan Luring dan Daring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Narasumber yang memberikan pelatihan adalah beberapa dosen senior di JTMI FTUSK yaitu Dr. Irwansyah, ST., M.Eng, Dr. Ir. M. Dirhamsyah, MT., Ir. H. Masri, MT., dan Ir. Syahriza, M.Eng. Sebanyak 20 Peserta hadir dan mengikuti pelatihan baik dari kalangan Guru SMA se Banda Aceh – Aceh Besar maupun dari Alumni Teknik Mesin.

Pada pembukaan Pelatihan, Wakil Dekan I Fakultas Teknik USK Dr. Iskandar, ST, M.Eng.Sc mengatakan bahwa bahwa pentingnya pengenalan teknologi 3D printing  sedari dini tidak hanya kepada tenaga pendidik akan tetapi juga kepada mahasiswa dan lulusan untuk meningkatkan kompetensi dan berkompetisi di era revolusi industri 4.0.

Terbatasnya perangkat dan ruang berkreasi tenaga pendidik dalam dalam pengembangan alat bantu ajar menjadi pertimbangan strategis untuk memberdayakan Lesson Study kemampuan mengajar berbasis STEM bagi tenaga pendidik.

Pada kesempatan ini juga didampingi oleh Ketua JTMI FTUSK. Menurut Ketua JTMI FTUSK., Dr. Irwansyah, ST, M.Eng bahwa pembekalan dan penguatan kecakapan ini menjadi salah satu prioritas dan langkah strategis yang dilakukan JTMI dalam upaya menyebarluaskan penggunaan teknologi 3D printing terutama untuk penguatan materi STEM bagi tenaga pendidik sekolah menengah atas dan alumni teknik mesin.

Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat mandiri (salah satu tri dharma perguruan tinggi) kerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM USK) yang bertujuan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada Guru SMA untuk memperkuat kecakapan dan kompetensi dalam pengoperasian 3D Printing dan mendesain alat bantu ajar materi STEM.

Metode pelatihan yang akan dilaksanakan adalah melalui teori, praktek dan diskusi yang disampaikan secara langsung. Materi yang diberikan dalam pelatihan meliputi Dasar Model Pembelajaran S T E M berbasis 3D printing yang disampaikan pada hari pertama pelatihan, dilanjutkan materi virtual enginering dan praktek fabrikasi 4D printing dihari kedua, dan dihari terakhir materi yang disampaikan strategi pengembangan produk inovasi 3D printing” tutup Irwansyah (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *