Kongres Gagal, IPPEMAT Aceh Tengah minta Pemerintah Aceh tak Respon Keberadaan “Oknum” Pengurus FPMPA

oleh -17 kali dilihat

“Mengingat Kami kedepan, terlebih dahulu akan coba mengajak seluruh Paguyuban di 23 Kabupaten dan Kota untuk duduk kembali, dalam upaya menyelesaikan konflik di Tubuh FPMPA”, Ketua IPPEMATA, Sutris.

ACEHWOW.COM- BANDA ACEH, Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Aceh Tengah (IPPEMATA-Banda Aceh) Sutris mengharapkan, Pemerintah Aceh agar menolak kedatangan dan kehadiran oknum – oknum yang mengatasnamakan dirinya dari Pengurus Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh (FPMPA) untuk sementara waktu, mengingat kepengurusan paguyuban dimaksud, masih terjadi konflik internal.

Ditegaskan, sampai saat ini FPMPA masih belum mempunyai kepengurusan yang sah, disebabkan Kongres yang digelar, tanggal 3 Agustus 2019 lalu di Aula Gedung Pemuda Aceh, masih tertahan alias tidak terlaksana.

Dimana Kongres berakhir ricuh dan tidak ada titik temu hingga sekarang, tulis Sutris lewat rilisnya, yang diterima acehwow.com, Kamis (23/07/2020) tadi malam.

“Kongres yang seyogyanya hanya tinggal pada agenda Pemilihan Ketua Umum kala itu, disinyalir dikotori oleh keberpihakan salah seorang pimpinan sidang saat penetapan calon ketua dan serta merta masuk calon, yang dinilai tidak memenuhi syarat, “disebut-sersebut calon dimaksud, atas nama Rahmad Muchliyan”, sehingga forum atau peserta Kongres menolak ketetapan tersebut, yang dinilai menyalahi AD/ART organisasi perkumpulan mahasiswa se Aceh dimaksud”.

Bahkan setelah kejadian penolakan tersebut, suasana kongres langsung tak menentu, seperti berakhir ricuh dan sidang tidak bisa dilanjutkan kembali, dikarenakan hanya ada satu Pimpinan Sidang (PS) didepan, sehingga berbuntut panjang, akhirnya juga sidang berakhir deadlock” (tak ada kelanjutan), terang Sutris lagi. Yang juga ketua IPPEMATA tersebut hanya menggambarkan, kronologis singkat keributan dalam kongres saat itu.

‘Namun sangat disayangkan, dalam beberapa hari terakhir, mulai ada oknum yang ingin melapor kejadian palsu, dibalik gagalnya pelaksanaan kongres dimaksud”, dimana dalam beberapa hari belakangan ini, ada pihak- pihak yang mengatasnamakan dirinya sebagai Pengurus FPMPA, bahkan ada kabar meminta sesuatu pada pemerintah Aceh, mengatasnamakan pengurus FPMPA, serta berusaha
mendatangi ke kediaman Plt Gubernur Aceh?
Ini jelas kepengurusan yang sangat manipulatif, tanpa dasar hukum yang kuat mereka berani mengatasnamakan dirinya pengurus FPMPA.
Dikarenakan persoalan kongres belum selesai, atau mempunyai titik temu, kami berharap Bapak Plt Gubernur Aceh dan SKPA terkait, untuk tidak menggubris dan merespon pihak – pihak yang mengatasnamakan dirinya pengurus FPMPA sementara waktu.

Sembari menjelaskan, organisasi FPMPA adalah wadah pemersatu Pemuda dan Mahasiswa Aceh, serta kami mengharapkan Pemerintah Aceh secara bersama-sama turut aktif, mendongkrak nilai Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Seluruh Aceh kedepan, harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *