Mahasiswa UIN Ar-Raniry Hunaifa, Rangkum arti Mengenang Harlah Pancasila Ditengah Pandemi Corona

oleh -163 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Indonesia dan Virtual Upacara Hari Lahir (Harlah) Pancasila, Tanggal 1 Juni tahun 2020 juga ditengah pandemi Corona/ Covid-19, bukan berarti menyurutkan semangat rakyat Indonesia untuk selalu cinta tanah air juga terhadap bangsa ini secara menyeluruh.
“Demikian diutarakan salah satu Mahasiswa Fakultas USHULUDDIN-UIN Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh, Hunaifa Rizki Ulen, lewat rilisnya yang diterima ACEHWOW.COM tadi pagi”, sembari menambahkan.
Pancasila merupakan hasil dari gagasan dalam sebuah kesepakatan para pendiri bangsa, pancasila menjadi dasar / falsafah Indonesia dimana semboyan ini merupakan yang mengatur terkait Tuhan, terkait humanisme dan terkait alam semesta yang adil, seperti termaktup dalam 5 sila yang compelete, dimana merangkum dengan keberagaman agama di tanah air, dalam artian, ” Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika, pinta Hunaifa, yang juga Mahasiswa pada Prodi Filsafat Sosiologi dan Agama (FSA) Fakultas dimaksud.
Diterangkan lagi, Inilah yang menjadikan tolak ukur, seharusnya Indonesia memang jelas terimbas terkait ekonomi yang mengalami dekade tetapi tidak dengan solidaritas, karena Indonesia unik dengan keberagamannya, khusus dalam menghadapi pandemi Corona sekarang.
Namun patut diacungkan jempol, dalam keadaan musibah global sekalipun, Indonesia kususnya tidak surut, apalagi padam, dalam menjaga persatuan, kesatuan serta amanat menjaga keutuhan bangsa, juga menegakkan Pancasila sebagai pedoman utama dalam menjalin persatuan dan hidup rukun.
Harap Rizki Ulen, juga lewat tulisan rilis tersebut, menyerukan. “Mari kita tingkatkan solidaritas bersama dan tetap menjaga kebersihan diri juga menjaga jarak, sehingga wabah corona cepat berlalu di Indonesia”.
Seraya pemerintah dan rakyat bergotong royong dalam membenahi negeri ini diberbagai sektor, terutama yang terdampak covid-19, “pastinya agar bumi kembali harmoni, ekonomi kembali tumbuh dan kita juga tidak berjarak batas lagi, yang utama adalah semangat bela negara tidak padam terus dan tetap membara.
Dimana cendikiawan negara dipegang oleh kaula muda millenialis sebagai penggagas social distancing juga langsung turun ke TKP, dalam memberikan donasi tanpa berpikir dua kali dan tidak takut dengan keselamatan diri menjadikan relawan, dimana momentum ini sangatlah menyatu, harusnya jiwa pancasila muda harus tetap hidup, karena Indonesia adalah assets dan pancasila adalah semboyannya.
Dan doa kita bersama seraya upaya nyata Indonesia segera pulih dari luka- luka, “sehingga cinta berdekatan antara keluarga, rakyat dan pemimpin negara, serta mahasiswa dengen dosennya tanpa daring sebgaai dinding pembatas, skema tatap muka pandemi semoga segera clear dari bumi dan nengeri ini, save Indonesia dan indonesia selalu jaya”, rangkumnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *