Masjid Tuha Indrapuri, Tempatnya Mencari Ketenangan

oleh -367 kali dilihat
Indahnya Pemandangan di pekarangan Mesjid Tuha Indrapuri, Aceh Besar

Di tengah hiruk-pikuknya kota dan aktivitas yang cukup banyak, kita perlu waktu untuk menenangkan diri. Teringat ada sebuah masjid ikonik khas zaman kuno yang terletak di Indrapuri, Aceh Besar. dan saya memutuskan untuk kesana.

Bergerak dari Banda Aceh pada pukul 12 siang, saya menempuh perjalan yang tidak lebih 24 KM. Dibutuhkan sekitar 30-45 menit perjalan untuk bisa tiba di lokasi. Berbelok ke arah kiri dari simpang Indrapuri, menaiki jembatan yang dibawahnya dialiri krueng Aceh, terllihatlah sebuah kubah mesjid kuno yang sangat khas.

Atmosfirpun seketika berubah, seolah-olah membawa saya ke era zaman dahulu ketika masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda. Tibalah saya di Masjid Tuha Indrapuri. Masjid bersejarah yang menjadi saksi peradaban Aceh dan awal masuknya agama Islam ke Aceh. Sesuai dengan namanya, Masjid Tuha Indrapuri, masjid ini terletak berdekatan dengan pasar Indrapuri, Aceh Besar.

Atmosfir kolonialisme juga sangat kentara dari masjid ini. Bagaimana tidak, masjid yang dindingnya tidak menopang atap ini, ternyata sengaja dibuat demikian agar memberikan celah kecil untuk memudahkan pemantauan kondisi sekitar. Ditambah lagi ia sama sekali tidak memiliki jendela atau pintu. Jadilah dinding beton yang terputus sebagai pintu masuk dan pintu yang mengarah ke menara yang ada disamping masjid.

Nuansa kuno dan sejarahnya sangat kental terasa dari segi arsitektur masjid yang mayoritas dibangun menggunakan kayu dan konstruksinya sama sekali tidak menggunakan paku baut, semua pengerjaan dilakukan dengan kayu yang dipasak.

Pukul 12 lebih 45 menit azan zuhur pun dikumandangan, tak terkecuali masjid yang termasuk ke situs cagar budaya ini. Iya, masjid ini masih dipergunakan sebagaiman masjid yang lain, pelaksanaan salat wajib lima waktu berjamaah masih dilaksanakan di masjid ini. Jamaah yang ikut juga tidak kalah ramai dengan masjid-masjid lainnya, ditambah lagi dengan hadirnya siswa-siswa sekolah dasar setempat yang sering berkunjung ke masjid ini.

Hal lain yang membuat masjid ini sangat unik adalah fondasinya yang menyerupai sebuah benteng. Memang menurut sejarah, komplek masjid ini dibangun di atas bekas Candi Hindu. Dan kawasan ini dulunya merupakan kawasan kerajaan Lamuri.

Menurut Sarnadi, pengurus masjid tersebut, Masjid Tuha ini dibangun pada masa Islam masuk ke Aceh yakni pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda atau pada awal abad ke-16 M. Bangunan candi dirobohkan dan kemudian dialihfungsikan menjadi sebuah masjid. Lebih dari itu, masjid ini juga menjadi saksi bisu kerajaan islam di Aceh. Sebab dulunya Sultan Alaidin Muhammad Daud Syah yang masih sangat belia dilantik menjadi sultan kerajaan Aceh menggantikan Sultan Alaidin Mahmud Syah yang gugur pada masa itu, di Masjid Tuha Indrapuri ini.

Tapi bagian yang sangat berbeda dibanding dengan tempat-tempat bersejarah lainnya bagi saya adalah masjid ini berhasil menyatukan nilai religi, alam, dan sejarah dalam satu paket. Mulai dari memasuki pekarangan masjid hingga ke dalam, memang nuansa sejarahnya sangat kerasa. Ketika mulai berkeliling sekitar mesjid maka akan terlihat keindahan pemandangan yang terhampar, mulai dari ukiran gunung, tegaknya pohon kelapa nan hijau, dan aliran sungai tepat di belakang masjid, dan semakin lengkap dengan adanya angin sepoi-sepoi yang menambah kenyamanan dan ketenangan berada di lokasi ini. [Rizky Munazar/Kha]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *