MSDC: Hanya Kegiatan Pembersihan Pantai diluar Wilayah Konservasi

oleh -75 kali dilihat

ACEHWOW.COM – BANDA ACEH, Monster Scuba Diving Center (MSDC) Gapang angkat bicara terkait tudingan perusakan lingkungan di pantai Gapang. Hal ini disampaikan oleh tim kuasa hukum dalam konferensi pers di Cafe 3in1, Banda Aceh, Selasa (5/11).

klien kami sangat mencintai Ekosistem Laut, melakukan berbagai kegiatan pembersihan bawah air, dan perlu diketahui bahwa setelah dilakukan pembersihan, terlihat dilokasi tersebut telah dimanfaatkan oleh masyarakat berenang dan nelayan yang memarkirkan kapalnya, bagi klien kami ini adalah ikhtiarnya untuk mewujudkan destinasi wisata pantai sabang yang indah.

Fadjri, SH salah satu tim kuasa hukum menyampaikan sangat menyayangkan pemberitaan yang berkembang selama ini diperoleh dari media sosial tanpa mengkonfirmasi klien ya terlebih dahulu.

Beberapa hal klarifikasi yang menurut tim kuasa perlu disampaikan ke publik antara lain, MSDC hanya bermaksud melakukan kegiatan pembersihan pantai dengan menata batu karang tidak aktif atau bukan karang aktif/terumbu karang.

Dan wilayah kegiatan tersebut bukan berada dalam kawasan konservasi sebagaimana Kepmen Nomor 57/Kepmen – KP/2013 tentang Kawasan Konservasi Perairan Pesisir Timur Pulau Weh Kota Sabang di propinsi Aceh.

Fadjri juga menyampaikan bahwa kliennya telah melakukan koordinasi sejak awal dengan masyarakat sekitar termasuk aparatur Gampong dan bahkan dengan Panglima Laot Lhok Iboih.

Bahkan, untuk mendapatkan persetujuan formal kliennya telah menyurati Pemerintahan Gampong Iboih,  melalui surat No. 15/MSDC/X/2019 tertanggal 25 Oktober 2019 perihal permohonan pembersihan pantai yang ditujukan kepada Keuchik Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang.

Atas dasar surat itu, ada surat izin serta izin yang dikeluarkan keuchik Gampong Iboih, melalui surat Nomor 658.1/592/2019 tertanggal 25 Oktober 2019 perihal Pemberian Izin Pembersihan pantai yang juga ditembuskan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Sabang, Panglima Laot Lhok Iboih, Ulee Jurong Gapang, Ketua Wisata Iboih, Ketua Tuha Peut.

Pihaknya juga menyangkal terkait foto yang terlanjur beredar dari media sosial. Foto tersebut bukan merupakan kegiatan MDSC yang dimaksud, melainkan kegiatan pihak lain.

Diinformasikan kegiatan serupa pernah terjadi dilokasi yang tidak berjauhan. Bahkan dengan membangun konstruksi dam di pantai yang berbatu hingga menjorok ke laut. Jika dibanding kenapa baru kali ini dipermasalahkan.

Beberapa pihak mempertanyakan penggunaan alat berat dalam kegiatan tersebut. Dan sangat menyayangkan lemahnya pengawasan dari dinas terkait di Pemko sabang.

Tim kuasa berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan bijak. Pihaknya bersedia untuk duduk kembali berbagai pihak terkait.

“Semoga bisa mencapai solusi dimana semua pihak tidak dirugikan. Bahkan kita tidak ingin hal ini mengganggu kegiatan pariwisata yang menjadi tumpuan bagi kota Sabang dan propinsi Aceh”, tutupnya (redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *