PEMERINTAH KOTA SABANG CANANGKAN GEBER SANTUN

oleh -33 kali dilihat
ket: Kepala Bappeda Kota Sabang, Faisal Azwar saat memberikan paparan GEBER SANTUN di Sabang, Rabu (18/11/2022)/ Foto:Ist

“Melalui GEBER SANTUN diharapkan dapat memaksimalkan segala potensi yang ada di Kota Sabang; baik ditingkat gampong, SKPK terkait, masyarakat, swasta dan stakeholder lainnya dalam upaya mewujudkan fasilitas air limbah domestik yang aman dan tuntas menuju Kota Sabang Nol BABS”, Faisal Azwar, Kepala BAPPEDA Kota Sabang.

ACEHWOW.COM-KOTA SABANG, Pemerintah Kota Sabang melalui BAPPEDA Kota Sabang melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Bersama Sanitasi Aman dan Tuntas (GEBER SANTUN) Menuju Kota Sabang Nol Buang Air Besar Sembarangan (BABS), bertempat di Aula BAPPEDA Kota Sabang, Kamis (18/10).

Kegiatan ini sendiri melibatkan berbagai perwakilan Keuchik, SKPK terkait, dan mitra yang sedang melaksanakan program dukungan terhadap Pemko Sabang.

Dalam kata sambutannya, Kepala BAPPEDA Kota Sabang, Faisal Azwar, mengatakan bahwa GEBER SANTUN merupakan gerakan yang dilakukan guna mendorong komitmen bersama dari tingkat Gampong hingga tingkat Kota dalam rangka mewujudkan fasilitas air limbah domestik yang aman dan tuntas menuju Kota Sabang Nol BABS.

“Melalui GEBER SANTUN diharapkan dapat memaksimalkan segala potensi yang ada di Kota Sabang; baik ditingkat gampong, SKPK terkait, masyarakat, swasta dan stakeholder lainnya dalam upaya mewujudkan fasilitas air limbah domestik yang aman dan tuntas menuju Kota Sabang Nol BABS, lanjutnya.

Selama ini, upaya-upaya mendorong Pulau Sabang menjadi Pulau Nol BABS terus digaungkan melalui berbagai program/kegiatan, baik yang dilakukan oleh Pemko Sabang melalui SKPK terkait maupun oleh berbagai mitra yang sedang menjalankan program dukungan terhadap Pemko Sabang.

Upaya-upaya tersebut kini mulai menampakkan hasil yang cukup signifikan.
“Berdasarkan data terakhir program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tercatat bahwa hanya tinggal 3,08% KK di Sabang yang masih melakukan praktik BABS.

Oleh karena itu dibutuhkan aksi nyata lebih konprehensif dan kolaboratif”. Ungkap Faisal. Sabagai daerah yang menerapkan syariat islam dan juga tujuan wisata, kebersihan lingkungan termasuk praktik BABS, merupakan salah satu isu dan prioritas utama yang harus menjadi perhatian Pemerintah dan berbagai pihak terkait. Tandasnya (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *