Pemuda asal Aceh Jaya Mampu Rakit Senjata secara ‘Outodidak’, Ini Harapan Dek Gam

oleh -40 kali dilihat

ACEHWOW.COM: Anggota Komisi III DPR-RI Asal Aceh, H Nazaruddin ‘Dek Gam’ menilai. Pemuda asal Aceh Jaya yang ‘berinisial RFP 25 tahun’, memiliki kemampuan dan kecerdasan lebih dalam mengadopsi, meniru, mempraktekkan serta mengikuti perkembangan dalam bidang tekhnologi lewat Mensos.
Menurutnya, pemuda tersebut memiliki kemampuan yang langka, dimana mampu merakit senjata secara *’autodidak”* dengan hanya menonton dari Youtube, tak hanya itu, pemuda tersebut juga dek gam nilai memiliki keahlian lainnya di bidang tehnologi.
Politisi muda dari Partai Amanat Nasional dimaksud juga meminta pemerintah dan institusi terkait, RFP
—perakit senjata— Asal Aceh Jaya dapat dibina dan dilatih agar menjadi pemuda cerdas dalam menguasai tehnologi, serta dapat membantu daerah dan negara dalam mengembangkan tehnologi. ”
Lagi Nazaruddin Dek Gam menekankan, jika warga Aceh Jaya, berinisial RFP (25), yang sempat ditangkap polisi akibat merakit senjata api laras panjang layak untuk dibina”.
Dek Gam–sapaan Nazaruddin—juga mengapresiasi Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada dan Kapolres Aceh Jaya yang sudah membebaskan pemuda tersebut.
“Tidak semua persoalan harus menjadi pidana. Ini baru namanya polisi yang humanis, kami dari Komisi III mengapresiasi langkah Kapolda Aceh dan Kapolres Aceh Jaya,” pinta Dek Gam, “lewat rilis staf ahlinya”, yang diterima acehwow. com tadi malam, Rabu (24/02) 2021.
Apalagi, kata Dek Gam, pemuda tersebut merakit senjata bukan untuk memperjualbelikan, tetapi menyalurkan bakat dan hobinya yang ke depan akan berguna bagi bangsa dan negara.
Pengurus DPP PAN itu mengaku, sudah berkomunikasi dengan Kapolda Aceh, dan Kapolda memastikan akan membina pemuda tersebut.
Pemuda tersebut memiliki potensi yang sangat besar untuk dibina agar kemampuannya tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, tambah Nazaruddin, yang juga anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan Aceh-1 pada pemilu 2019 lalu.
“Pemuda ini kalau tidak dibina dan dirangkul dengan baik bisa berbahaya jika kemampuannya dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang berniat jahat,” ujar Dek Gam.
Serta menilai, langkah Kapolda Aceh membina pemuda tersebut sudah sangat tepat sesuai dengan visi misi Kapolri yakni menuju transformasi Polri yang presisi.
“Saya selaku anggota Komisi III akan ikut mengawal pembinaan yang akan dilakukan oleh Kapolda Aceh terhadap pemuda itu,” imbuhnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *