Pengambil Kebijakan di Bener Meriah, Dituding Kurang Serius Tangani Covid-19

oleh -35 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Jajaran atau pengambil kebijakan di Kabupaten Bener Meriah dewasa ini, dituding kurang serius serta tidak cepat tanggap terhadap percepatan, pemulihan mengurangi serta mengatasi penularan penyakit Corona (COVID-19) di Kabupatennya.
Juga dinilai, penambahan pasien positif corona di Bener Meriah saat ini, merupakan sebuah kelalaian yang sangat nyata dilakukan oleh pengambil kebijakan dijajaran Kabupaten asal pemekaran Aceh Tengah tersebut, dimana kian hari penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19, berdasarkan hasil swab yang dikeluarkan Balitbangkes Aceh baru-baru ini, sangat mencemaskan masyarakat Bener Meriah secara umum.
Demikian diutarakan Aktivis HMI Auri saputra,
lewat rilisnya, yang diterima ONLINE ini, Rabu (29/07/2020) pagi, sembari menegaskan, sayang dan sangat menyesali
“kebijakan yang diputuskan oleh penanggung jawab atau Satgas penanganan Covid-19 dibawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, salah satunya adalah pembubaran tim penjagaan pintu gerbang memasuk ke Kota Kabupaten dimaksud, yang dinlai salah satu bentuk ketidak seriusan pemeritah BM dalam menangani Pandemi Covid-19”, terangnnya.
Sehingga atau hingga saat ini, Selasa (28/07/2020) dan sehari-hari belakangan, Kabupaten Bener Meriah kembali mengalami penambahan enam warganya “terdampak” positif Covid-19 serta hampir semua pasien positif, berriwayat perjalanan dari luar Bener Meriah, alias bukan terkonfirmasi positif warga yang bermukim ditampat.
Dengen demikian, kesalahan akibat longgarnya penjagaan di pintu masuk, serta tidak sigab mendata warga yang memiliki perjalanan keluar daerah saat kembali ke Bener Meriah.
Kelalaian dan kurang tanggab tersebut, Auri menyimpulkan. “Pengambil kebijakan di Kabupaten Bener Meriah (BM), sekali lagi dinilai belum mampu melakukan terobosan terbaiknya dalam menangani kasus pandemi Covid-19” , padahal anggaran sudah tersedia begitu banyak, untuk penanganan penyakit berbahaya tersebut.
Auri Saputra menambahkan, diharapkan. Jajaran Pemerintah BM segera membentuk kembali tim pengamanan pintu masuk wilayah perbatasan dan melengkapi fasilitas penanganan Covid-19 di Rumah Sakit setempat, sebagai upaya mengatasi kasus Covid-19 di Bener Meriah” sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran penyakit (corona) dimaksud, harap pemuda ganteng itu, diakhir perkataannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *