Teknik Mesin Unsyiah Gelar Diskusi Merdeka Belajar bersama Teknik Mesin UTU Meulaboh.

oleh -69 kali dilihat

“Implementasi merdeka belajar diharapkan dapat menambah dan memperkaya keilmuan mahasiswa serta kemandirian berinovasi menghadapi tantangan kompetensi pendidikan di era revolusi industri 4.0”,
Dr. Irwansyah, ST., M.Eng.,Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fak. Teknik Unsyiah.

ACEHWOW-BANDA ACEH, Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala mendapat kunjungan dari Jurusan Teknik Mesin Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh untuk berdiskusi mengenai kampus merdeka belajar, hari ini kamis 3/12/2020.

Melalui rilis media yang dikirimkan ke redaksi acehwow.com, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan Teknik Mesin UTU beserta dosen hadir di kampus Unsyiah untuk sharing atau penjajakan persiapan pelaksanaan merdeka belajar yang direncanakan bekerjasama dengan Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

Apa yang dimaksud dengan kampus merdeka belajar? Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Merdeka belajar adalah memberi kebebasan dan otonomi kepada  lembaga pendidikan, dan merdeka  dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi vang berbelit serta mahasiswa diberikan  kebebasan  untuk memilih  bidang yang mereka sukai.

Bentuk kegiatan pembelajaran sesuai dengan Permendikbud No 3 Tahun 2020 Pasal 15 ayat 1 dapat dilakukan di dalam Program Studi dan di luar Program Studi meliputi: Pertukaran belajar, Magang/Praktek Kerja, Asistensi Mengajar di satuan pendidikan, Penelitian/Riset, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Studi/proyek independen, membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik.

Program Studi Teknik Mesin Unsyiah menetapkan 10 mata kuliah merdeka belajar diantaranya: Teknik Pengecoran, Teknik Pengering, Rekayasa Korosi, Energi Terbarukan, Kerusakan Logam dan Pengujian, Material Komposit, Metode Komputasi, Mekatronika, Konsep Desain dan Pemilihan Bahan dan Proses.

Ketua Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fak. Teknik Unsyiah Dr. Irwansyah, ST., M.Eng., mengatakan implementasi merdeka belajar diharapkan dapat menambah dan memperkaya keilmuan mahasiswa serta kemandirian berinovasi menghadapi tantangan kompetensi pendidikan di era revolusi industri 4.0.

Sedangkan, Ketua Jurusan Teknik Mesin UTU Maidi Saputra, ST, MT., berharap bahwa hubungan kerjasama antara Teknik Mesin Univ. Teuku Umar dan Teknik Mesin Univ. Syiah Kuala dapat berjalan, sehingga membantu program studi mesin UTU dalam pengembangan diri kearah yang lebih baik kedepan, khususnya dalam menghadapi implementasi kurikulum merdeka belajar-kampus merdeka, dan akhirnya dapat menjadi hubungan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka diharapkan dapat menjawab tantangan
Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan
IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *