Organisasi Aceh Women’s Kunjungi Sejumlah Kedutaan, Ini Tujuannya

oleh -38 kali dilihat

ACEHWOW.COM– Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF) melakukan roadshow atau kunjungi kesejumlah kantor Kedutaan di Jakarta, sebagaimana tertuang lewat rilis lembaga dimaksud, yang diterima online ini, Senin (24/02) siang.

Roadshow yang juga bertajuk silaturahmi dimaksud, guna dapat membangun jaringan, menimba pengetahuan, pengalaman, serta belajar bersama tentang Perlindungan dan Penghormatan Hak Asasi Perempuan, khususnya perempuan pembela HAM di Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, pengurus organisasi AWPF langsung dapat berdialog dengen diplomat dari berbagai Negara.

Diantaranya “awak” AWPF menjelaskan tentang perkembangan perlindungan perempuan di wilayah, atau yang sedang didampingi AWPF, seperti di Kota Banda Aceh, Bener Meriah dan Aceh Besar.
Ungkap Irma Sari, Direktur AWPF sembari menjelaskan, kondisi perempuan pada masa konflik yang sangat rentan dengan kekerasan, terutama berbasis gender seperti pemerkosaan, “perbudakan”, pelecehan seksual serta banyaknya kasus kekerasan fisik dan non fisik.

Bahkan, pasca damai Aceh, perempuan masih terabaikan dalam pemenuhan hak-hak ‘kaum hawa’, angka kekerasan terhadap perempuan masih tinggi, belum semua korban konflik mendapatkan hak-hak sebagaimana mestinya, kebijakan yang diskriminatif terhadap perempuan, anak dan disabilitas.

Bahkan, perempuan pembela HAM masih mendapatkan tekanan dan ancaman dalam melakukan kerja pemenuhan hak asasi perempuan serta persoalan lainnya.

Sementara, Mrs. Hellay yang juga Koordinator Canada Fund for Local Inisiatif (CFLI) mengatakan, harus ada kerja bersama dalam pemenuhan Hak-hak perempuan di Aceh baik pemerintah maupun masyarakat.

Disisi lain Mrs. Rebecca yang juga diplomat dari kedutaan Australia mengatakan.

Pemerintah Austaralia sudah melakukan berbagai upaya dalam pemenuhan hak-hak perempuan di Aceh melalui lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang ada di Aceh.

Sementara itu Simen diplomat dari Negara Norwegia memberikan masukan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan oleh AWPF dalam kerja-kerjanya di Aceh, salah satunya bekerja sama dengan lembaga di tingkat Nasional agar mendapatkan informasi dan pembelajaran bersama dalam pemajuan hak-hak perempuan.

Hal yang sama Mr. Patrick, diplomat asal New Zealand dan Mr. Raplh diplomat asal Swiss sangat antusias mendengarkan perkembangan kondisi perempuan di Aceh dan mengapresiasi kerja-kerja AWPF di Aceh dalam pemenuhan hak-hak perempuan.

Kantor kedutaan yang dikunjungi oleh AWPF antara lain, Kedutaan Canada di gedung World trade Center II kuningan Jakarta selatan, Kantor Kedutaan Australia di Kuningan, kantor Kedutaan New Zealand di Senayan City, kantor kedutaan Norwegia di gedung Menara Rajawali dan Kantor kedutaan Swiss di jalan Rasuna Said Jakarta selatan.

Road show tersebut berlangsung pada tanggal 18 sampai dengan 21 Februari 2020 di Jakarta. Road Show tersebut adalah agenda dua tahunan AWPF untuk memberikan informasi terkait perkembangan dan kondisi perempuan di Aceh.

AWPF merupakan sebuah organisasi yang focus dan Issunya konsen pada pemenuhan hak-hak perempuan dalam konteks perdamaian yang berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *