Kendalikan Pertandingan, Persiraja Kalah dari PSMS di Langsa

oleh -114 kali dilihat

ACEHWOW.COM-PSMS Medan hanya unggul dalam penguasaan bola 15 menit awal Pertandingan, selebihnya dipegang anak-anak Persiraja Banda Aceh, namun kepemimpinan wasit asal Jawa Barat Ginanjar Rahmad Latief dinilai lebih berpihak untuk tuan rumah PSMS, membuat laga tersebut tidak berjalan normal, selama babak pertama, yang berlangsung di Stadion Kota Langsa, Kamis (17/10) petang.

Laga terakhir babak penyisihan bagi Persiraja dan ke-21 PSMS sore Liga2 2019 dimaksud, sangat disesalkan gol penalti untuk kemenangan PSMS, yang dinilai berbau ‘kontroversial’ pada menit ke-41, bahkan dua menit setelah gol titik putih yang dieksekusi Legimin Raharjo.

Pelanggaran lebih parah yang dilakukan pemain belakang PSMS dalam kotak terlarang (persis didepan gawang PSMS) terhadap winger Persiraja Assanur Rijal “Torres”, namun wasit Ginanjar membiarkan begitu saja, sehingga “menyulut” kemarahan tambahan Husnuzhon dan kolega terhadap pengadil berkulit putih dimaksud, bahkan pemain dan oficial Persiraja memprotes dan menanyakan buruknya kepemimpinan wasit hingga keruangan sang pengadil tadi sore, sebelum dicegat aparat keamanan usai babak pertama.

Memasuki babak kedua, sepenuhnya penguasaan bola dikendalikan Agus Suhendra, cs, namun kurang tajam dan tenangnnya Irvan Yunus Mafu, dkk dilini depan, sejumlah peluang emas terbuang begitu saja, hingga wasit mengakhiri laga 2×45 menit, dalam laga yang tidak digelar Jumpa Pers sebagai salah satu etem regulasi Liga2 usai pertandingan.

Sekum Persiraja Rahmat Djailani di Hotel penginapan usai laga tersebut menuturkan, “terimakasih kepada pemainnya yang sudah berjuang maksimal, pada pekan terakhir babak penyisihan, namun faktor keberuntungan dan wasit kurang adil dalam memimpin laga tersebut, anak-anak sedikit tersulut emosi, terutama gol penalti yang tergolong tidak pantas dan penuh kontroversial, tutup Rahmat singkat kepada wartawan dikesempatan tersebut.

Meskipun kalah dari PSMS dalam laga terakhir tersebut, Persuraja tetap lolos ke 8 besar dengen status juara grup barat, lewat nilai 42.

Sementara PSMS membuka jalan lebar lolos atas kemenangan tersebut, namun jika mampu mengalahkan Babel Aceh United pada tarung terakhir, tanggal 21 nanti, (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *