Kalah dengan Persita, Belum ada Poin “Away” Persiraja Putaran Kedua

oleh -30 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Hanya mendapat 6 poin “Away” (tandang) dari PSPS Riau dan PSGC Ciamis pada putaran pertama, Persiraja benar-benar mengandalkan totalitas angka saat main “home” (kandang) agar dapat lolos ke-8 besar terlebih dahulu, vakem sasaran target promosi ke Liga1 tahun ini.

Namun kesulitan mendapatkan angka kala main dikandang lawan, usai tiga pertandingan putaran dua Liga2 2019, termasuk “tersungkur” 2-1 dengan Persita kemarin, kelihatannya mulai goyah posisi Persiraja dijajaran 4 besar klasmen, bahkan sudah diselip Persita keurutan dua, yang hanya menyisakan 5 laga sisa.

Namun kesempatan Defri Rizki,dkk menggait angka tandang masih terbuka, guna mewanti-mewanti hasil kurang baik tiga laga sisa kandang.

Yaitu kala away ke “Persib-B” Blitar United, Minggu (22/09) di Stadion Sliwangi Bandung, dan tandang terakhir minggu kedua Oktober dengen PSMS Medan.
Sementara, duel sengit dua tim papan atas kemarin, Persiraja Banda Aceh dengen Persita Tangerang, yang dimenangkan tim tuan rumah lewat skor tipis skor 2-1.

Dimana Persita membuka keunggulan lewat penalti Aldi Al Achya menit 32′, dan gol Sirvi Arvani di awal babak kedua, menit 47′.
Pertandingan yang berlansung, Rabu (18/09) petang kemarin di Stadion Sport Centre, Tangerang Banten, yang diprediksikan berlangsung panas benar-benar terjadi, namun bukan dilapangan hijau, tapi diluar stadion.”Sehingga Komdis PSSI sulit menghukum tuan rumah, yang membuat ulah seperti itu.

Padahal untuk kembali ke Hotel, para pemain Laskar Rencong —julukan lain Persiraja—bersama official tidak menggunakan bus seperti biasa.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan mengerahkan dua Barracuda dan seratusan polisi untuk evakuasi pemain Persiraja dari stadion Sport Centre kembali ke hotel usai laga. Agar tidak mendapat gangguan dari suporter tuan rumah Persita Tangerang.

“Benar bahwa kita seluruh pemain dan ofisial, usai laga dievakuasi dengan dua barracuda dan dikawal seratusan polisi.
Kita apresiasi atas responsif dan jaminan keamanan dari bapak Kapolres Tangerang,” kata Sekum Persiraja, Rahmat Djailani yang ikut bersama tim, sebagaimana dituliskan lewat rilis persnya, yang diterima ACEHWOW.COM tadi malam Ditambahkan, Selama pertandingan, sebanyak 1500 polisi juga dikerahkan untuk mengamankan jalannya laga, sehingga tidak terjadi gangguan yang berarti selama pertandingan.

Hal ini dilakukan karena sebelum laga, Persiraja mendapat teror dari pendukung Persita baik di lapangan saat ujicoba lapangan sehari sebelum tanding, maupun saat malam hari di hotel penginapan,
Sementara itu, pelatih Persiraja Hendri Susilo mengapresiai kinerja pemainnya di pertandingan sore tadi. Meski kalah 2-1, Hendri Susilo tetap memberi selamat kepada tim lawan dalam konferensi pers usai laga.

“Pertandingan tadi sangat menarik dan berkelas menurut saya, seperti kita harapkan sebelum laga. Meski ada teror sebelum laga, anak-anak tidak terpengaruh. Saya pikir pak polisi di sini juga sangat profesional sekali,” kata Hendri Susilo.

Pelatih asal Bukit Tinggi ini juga ikut mengomentari terkait teror yang dilakukan oleh tim lawan terhadap timnya selama pertandingan dan sebelum.

“Teror tadi malam bagi kami itu biasa, kalau boleh saya berkata, kami sayangkan masyarakat sekitar dan tamu hotel lain yang terganggu dan sempat panik tadi malam. Bagi kami Persiraja, itu hal biasa, tidak kami permasalahkan kok.

Anak-anak Persiraja juga enggak cengeng kok,” iakan Hendri Susilo diakhiri perkataannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *