“Kecamuk Konflik dan Derasnya Tsunami Sudah kita Lewati, Masak takut Sama Mercon Terbang”

oleh -32 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Presiden Persiraja Banda Aceh H Nazaruddin Dek Gam merespon dingin, sejumlah aksi teror oknum superter Persita Tangerang, jelang bentrok di Stadion Sport Center, Tangerang nanti sore.

Bahkan Caleg DPR-RI terpilih tersebut, menilai “teror dan fitnah lewat Media Sosial dimaksud dalam seminggu terakhir”, jelang Defri Rizki Away ke Tangerang, “tidak sebanding dengan kecamuk konflik dan tsunami yang telah dilewati rakyat Aceh secara tenang”, termasuk sekuat yang membela bendera Persiraja di Liga2 tahun ini, tambahnya lagi.

Sebenarnya contoh demikian tidak perlu diungkapkan diranah sepakbola (olahraga), Namun setelah mendapatkan teror, seperti pelemparan telur ke bus pemain Perkirakan kemarin, atau tepatnya sepulang Agus Suhendra, dkk uji lapangan tanding. Selain itu, oknum penonton Persita juga meneror hotel, tempat Mukhlis Nakata, cs menginap.

Oknum superter yang berjumlah puluhan orang tersebut, terus berteriak dan menghidupkan mercon keudara. Tujuannya agar para pemain Persiraja tidak bisa beristirahat dengan tenang, sehingga stamina mereka berkurang, ketika menghadapi tuan rumah Persita. Teror marcon itu sendiri, dilakukan Rabu (18/09) dini hari.

“Sebagaimana diutarakan Presiden Persiraja Nazaruddin, lewat rilis manajemen tim, yang diterima ACEHWOW.COM tadi pagi.

Untuk diketahui, Persiraja akan menghadapi tuan rumah Persita dalam laga lanjutan Liga 2 musim 2019, Rabu (18/9) sore di Stadion Sport Centre. Sejumlah video teror itu beredar di media sosial.
Presiden Persiraja, Nazaruddin Dek Gam meminta kepada seluruh pemain agar tidak terpancing dengan ulah para suporter Persita.

Luis Irsandi dan kawan-kawan diminta untuk tetap tenang dan jangan takut dengan berbagai teror.

“Saya harap anak-anak jangan terpancing emosi dan jangan takut sama teror anggap saja kita main di Lampineung,” kata Nazaruddin Dek Gam.

Dek Gam–sapaan Nazaruddin–mengaku sudah menyiapkan bonus,jika anak asuh Hendri Susilo mampu menahan imbang tuan rumah. Untuk itu, ia meminta doa dan dukungan masyarakat Aceh agar tim lantak laju berhasil mencuri poin di kandang Persita.

“Jangankan menang, main seri saja saya kasih bonus. Mohon doa dari masyarakat Aceh,” ujarnya.
Dek Gam juga menanggapi teror mercon yang dilakukan oleh suporter Persita saat para pemain Persiraja istirahat. Menurutnya mental anak-anak Persiraja tidak akan terganggu dengan teror-teror yang dilakukan oleh pendukung tuan rumah.

“Insyaallah mental pemain tidak terganggu, konflik dan tsunami saja sudah kita lalui, masak sama mercon kita takut. Bermainlah sesuai intruksi pelatih dan Insyaallah poin itu milik kita,” pesannya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *