Lanjutan Liga1 “Ngaur”, Selain Persiapan Tim jadi Sia-Sia, Persiraja juga Ditaksir Rugi Rp. 2 Milyar Selama di Yogyakarta

oleh -46 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Manajemen Persiraja Banda Aceh “gerah” dengen PSSI dan operator Liga1 tahun 2020, akibat tidak ada satu ketegasan dalam menetapkan jadwal lanjutan Liga1, “bahkan harus tergantung kepada persoalan nontehnis lainnya”, yaitu masalah izin.
Padahal sebelumnya jadwal Kick Off lanjutan Liga 1 tersebut sudah ditetapkan, Tanggal 1 Oktober dan Persiraja sendiri secara cepat terbang ke Yogyakarta, yakni Tanggal 27 September bulan kemarin guna menghadapi laga perdana.
Namun apa hendak dikata, dua hari menjelang “kick off”, kembali diumumkan tidak dapat dilanjutkan, setelah tak mendapat izin keramaian dari kepolisian, sehingga seluruh tim gerah, termasuk Persiraja Banda Aceh, yang juga tim paling banyak dirugikan, baik materil, waktu dan tenaga.
Bahkan selama hampir sebulan berada di Yogya, ditaksir manajemen Persiraja Banda Aceh telah mengeluarkan biaya kebutuhan tim hingga Rp. 2 Milyar.
Ditambah lagi pengualaran masa persiapan tim, sejak tanggal 20 Agustus 2020 di Banda Aceh, semuanya itu jadi sia-sia, setelah kompetisi tak kunjung dilanjutkan, alias jadwal masih “ngaur”.
Dimana opsi yang telah ditetapkan pssi dan operator liga, akan atau bisa bergulir awal bulan November, Desember dan bulan Januari 2021.
Namun manajemen Persiraja yang sudah cukup sabar menunggu dan bertahan sia-sia di Ibukota Yogjakarta hampir sebulan, Kamis (22/10) memutuskan membubarkan tim dan pemain kembali kedaerah masing-masing langsung dari Yogya, termasuk pemain asing, ungkap Sekretaris Umum (Sekum) Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, kepada media peliput Persiraja, Kamis (22/10) 2020.
Sembari mengharapkan, PSSI dan Operator kompetisi Liga1 2020 atau PT LIB dapat menambah subsidi untuk kebutuhan timnya, serta bisa menutupi anggaran besar yang telah dikeluarkan selama berada di Yogyakarta.
Ditegaskan lagi,
Kompetisi tak kunjung bergulir, Persiraja pastikan balik ke Aceh dan bubarkan tim.
Seperti tim lain,
Persiraja Banda Aceh sendiri memang sudah tak berharap banyak lagi pada kompetisi yang tak kunjung jelas, Fakrurrazi Quba dan kawan-kawan hampir satu bulan berada di Yogyakarta dan akan kembali ke Aceh.
Timnya sudah diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan, serta
pemain sudah kita bubarkan, pemain Aceh pulang ke Aceh dan yang lain pulang ke daerah masing-masing, termasuk pemain asing akan pulang ke negaranya, beber Sekum yang akrap disapa “Bang” Rahmat.
Serta menuturkan, pemain sudah mulai pulang ke daerah masing-masing mulai hari ini. (Kamis, 22/10- Red).Pemain yang berasal dari Aceh akan kembali ke Aceh pada Minggu, 25 Oktober 2020.
“Kita sudah tidak bisa berharap banyak lagi untuk lanjutan kompetisi di tahun ini. Tentu saja ini keputusan yang sangat berat di tengah kondisi tim yang sedang bagus dan kita terpaksa harus membubarkan tim karena kompetisi yang belum jelas. Ketika kompetisi sudah pasti nantinya, kita akan panggil kembali semua pemain,” sambung Rahmat.
Sebelumnya, PSSI dan PT. LIB dalam pertemuan dengan klub beberapa waktu lalu belum bisa memastikan kapan keputusan kompetisi akan digulir kembali.
PSSI hanya memberi gambaran kompetisi akan dijalankan pada 1 November jika mendapat izin, atau 1 Desember 2020, atau 1 Januari 2021. Hal ini yang membuat Persiraja memilih untuk tidak bertahan lebih lama lagi Yogyakarta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *