Tim Sepakbola Porwil Aceh, Dipantau Lewat 3 Kompetisi, dan Matang di Liga3

oleh -181 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Limit waktu persiapan yang direkomendasi KONI Aceh untuk Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola menghadapi Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) Bengkulu atau ajang Pra PON 2019 hanya satu bulan, mustahil dapat menuai prestasi?, apalagi sepakbola, jika waktu pendek demikian tahapan persiapan, “boleh dikatakan baru pemanasan dipinggir lapangan”.
Namun tim sepakbola Aceh baru saja meraih hasil mengesankan, dimana mampu menyandingkan prestasi diajang PORWIL Bengkulu 2019, yaitu lolos PON Papua 2020 juga dilengkapi dengen mendali emas, setelah difinal mengalahkan tuan rumah Bengkulu 1-0, lewat gol pemain asal tim Liga3 Peureulak Raya FC Aceh Timur, Akhirul Wadhan, pada menit ke-90+2 di Stadion Sawah Lebar, Bengkulu, Minggu (03/11) petang tadi.
Ya tentu, tuangan emas tersebut diraih berkat kerja keras pengurus Asprov PSSI Aceh, tim pemandu bakat pemain, yang dimulai sejak Pekan Olahraga Aceh (PORA) bulan November 2018 Aceh Besar, Piala Suratin dan Liga Aceh juga akhir tahun 2018.
PSSI Aceh bersama tim pemandu bakat, dari tiga kompetisi tersebut menjaring 100 lebih pemain dibawah usia 22 tahun, selanjutnya disusut menjadi 60 pemain.
60 talenta muda dibawah 22 itulah terus dipantau saat berlangsungnnya Liga3 regional Aceh tahun 2019.
“Bahkan satu bulan sebelum Porwil Bengkulu, persiapan sepakbola Aceh belum bergerak sama sekali, “sempat ditenggarai publik, Asprov PSSI Aceh sibuk dengan Liga3”, sehingga tak sempat menyiapkan tim Porwil.?
Rupanya PSSI Aceh dan Manajemen tim PORWIL diluar dugaan, telah mengantongi 26 pemain terbaik dari 60 talenta yang dipantau selama kompetisi Liga3, yang juga bergulir hampir 3 bulan lebih.
Baru menjelang tiga minggu ajang PORWIL, Ridha Umami,dkk dikumpulkan, guna melakukan persiapan awal di Banda Aceh, itupun tergantung dimana lapangan yang ada kosong, baik pagi hari dan sore hari. Mengingat Adi Tia, dkk harus latihan rutin dirumput lapangan biasa atau standar, jika dirumput lapangan sintetis ditakutkan pemain kebalakan/janggal saat mengalir bola diajang PORWIL, ungkap ketua Asprov PSSI Aceh Nazir Adam dalam satu kesempatan.
Meski persiapan dua minggu, penginapan dan makan tidak ditanggung KONI Aceh waktu tersebut.
Kecuali Risky Yusuf, M Fairushi dan Putra Kurniawan yang telah matang di Persiraja Banda Aceh, Selebihnya, Amirul Mukminin dan kolega kelihatan matang permainannya selama bertarung di Liga3 regional Aceh 2019.
Pelatih M Azhar, Mukhlis Rasyid dan pelatih kiper Edy Gunawan hanya mematangkan kerjasama tim dan taktik dalam persiapan singkat. Terutam menghadapi lawan yang sebenarnya, bagi 20 anak asuhnya di Bengkulu, setelah diciutkan sebelum berangkat.
Akhirnya ketulusan pengurus PSSI Aceh, keseriusan tim pemandu bakat, dukungan pemerintah Aceh, KONI Aceh, pecinta sepakbola dan doa masyarakat Aceh secara umum, “Aura pesimis atas prestasi tim sepakbola Aceh di Bengkulu, berbalik 100 derajat, bukan hanya lolos PON, tapi disempurnakan, lewat mendali buah bibir emas sepakbola, selamat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *