“Video Call” dengen Ketua Asprov, Manajer dan Wartawan, Ini Motifasi ‘Coach’ Fakhri Tangani tim PON Aceh

oleh -175 kali dilihat

ACEHWOW.COM-Sudah lama mengabdi untuk daerah tempat bekerja, sejumlah tim daerah lain serta Tim Nasional (Timnas) Indonesia dalam beberapa kelompok umur belakangan ini, “sekarang saatnya mengabdi terhadap tim tempat kelahiran”.
Ungkap Coach (Pelatih) Fakhri Husaini, saat ditanya wartawan olahraga Aceh lewat “video call” kemarin, tentang motifasi tinggi menangani tim Sepakbola PON Aceh.
Sembari menambahkan,
sebenarnya sudah lama merindukan menangani salah satu tim sepakbola asal Aceh, namun sulit keluar izin dari perusahaan tempat bekerja, kecuali menangani timnas sebagai tugas negara, serta tim PON Kaltim 2008, yang notabene klub lokal tempat mengabdi.
Terang pelatih kelahiran Kota Lhokseumawe, Tanggal 27 Juli 1965 dimaksud, lewat ‘Video Call’ yang dipandu Manajer tim sepakbola PON Aceh Agusti dan Ketua Umum Asprov PSSI Aceh, Nazir Adam kemarin di Aula Sekretariat Kantor Asprov tersebut, Jam 18.15 WIB atau bakda Shalat Magrib seputar Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan sekitarnya.
“Ya betul saat Manajer Agusti menghubungi sekitar jam 00.18 WIB yang angkat HP anaknya (Fakhri),— sembari membalas, ayah lagi Shalat— baru 15 menit kemudian, “call” Manejer langsung terhubung dengen coach Fakhri Husaini, “lewat baju koko warna putih dan ciri khasnya, langsung menerima sejumlah pertanyaan dari Wartawan lewat —daring— singkat tersebut”.
Dimana, mantan gelandang serang elegan Timnas era 1990-an dimaksud menuturkan, hasrat mengabdi di daerah kelahirannya sudah lama dinantikan, waktu ada sambutan dan perbincangan dari Aceh sangat terharu, senang serta kesempatan baik datang, keinginan dan tawaran tersebut tidak mungkin disia-siakan, meskipun ada sejumlah tawaran dari tim dan klub daerah lain usai menangani Timnas U-19, pinta pelatih yang berjasa mempersembahkan juara Piala AFF bagi timnas U-16 tahun 2018 lalu.
Fakhri Husaini yang juga pernah berkarir sebagai pemain di PKT Bontang, Petro Komia Gresik, Lampung Putra dan Bina Taruna menjelaskan lagi. Untuk saat ini menukani Persiraja tidak mungkin lagi, namun Alhamdulillah mendapat tawaran mengabdi di tim PON semuanya sama saja, yang penting tim Aceh. Nantinya bersama pelatih M Azhar, Mukhlis Edy Gunawan, serta dukungan Pemerintah, KONI Aceh, Asprov PSSI, Wartawan serta masyarakat pecinta sepakbola Aceh, sama-sama membentuk tim tersebut, agar dapat meraih prestasi di PON Papua 2021 nanti, harap Fakhri yang juga mengakui selalu rindu pulang ke Aceh, untuk menikmati “kuah pliek-U”, beberapa makanan dan minuman khas Aceh lainnya.
Lewat video call dimaksud, mengakui juga baru pulang ke Lhokseumawe sekitar awal tahun 2019 lalu, usai menjenguk ibu mertuanya yang sakit di Medan. Dimana menuturkan, usai “pension” sebagai Karyawan PKT Bontang sekitar bulan Juli nanti, langsung fokus 100 persen menukani tim PON Aceh bersama tiga pelatih pelatih atau juniornya.
Tutup Fakhri, sembari menitip salam kepada Amirul Mukminin dan kologe, pengurus Asprov PSSI Aceh, Manajemen tim, rekan media dan masyarakat Aceh secara umum dikesempatan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *